10 Tahun jadi Henna Artist, Jayanti Kumpulkan Pundi Pundi Rupiah

Jayanti terbilang pemain lama dalam bisnis ini. Tahun ini memasuki tahun ke sepuluhnya berkecimpung dan menjadi henna artist.

10 Tahun jadi Henna Artist, Jayanti Kumpulkan Pundi Pundi Rupiah
TRIBUN MEDAN/HO
Jayanti Mandasari saat melukis henna di tangan kliennya. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bisnis Henna sedang moncer akhir-akhir ini. Dulu berhenna hanya dilakukan oleh calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan. Tapi kini, henna banyak diminati oleh kaum hawa untuk menunjang penampilan.

Ketertarikan orang-orang akan henna, turut mengerek bisnis henna. Bermacam-macam henna artist muncul dengan ciri khasnya masing-masing, salah satunya Jayanti Mandasari yang dikenal di instagram dengan akun @jayantimahendi.

Jayanti terbilang pemain lama dalam bisnis ini. Tahun ini memasuki tahun ke sepuluhnya berkecimpung dan menjadi henna artist. Sepanjang karirnya, ia hanya belajar secara otodidak dan banyak membaca dari internet.

"Awalnya di Januari 2009 kakak saya menikah dan dia punya sebuah conne henna yang diberikan kepada saya. Karena di keluarga hanya saya yang memiliki darah seni, jadi saya gambar di atas tangannya. Pada saat itu saya tidak tahu sama sekali tentang henna, saya hanya menggambar terinspirasi dari pohon dan bunga," ujar Jayanti.

Ia mengatakan, setelah selesai menggambar, hasil karyanya mendapat banyak pujian. Apalagi saat itu henna belum terlalu ramai. Sejak saat itu saudara dan tetangganya yang akan menikah memesan jasanya untuk melukis henna.

"Jadi awalnya tanpa sengaja, tapi makin lama makin banyak panggilan. Awalnya saya tidak memungut bayaran sampai akhirnya saya tetapkan tarif Rp 150 ribu untuk tangan dan kaki," katanya.

Kata Jayanti Henna itu sebenarnya tumbuhan, sedangkan seninya adalah mahendi atau mahndi. Tetapi orang lebih menggenal seni ini, henna.

Kata Jayanti saat ini peminat henna bukan hanya calon pengantin, tapi juga untuk gaya. "Dulu memang yang pakai henna untuk acara pernikahan hanya suku tertentu seperti Minang atau Aceh. Tapi sekarang hampir semua menyukai henna," ujarnya.

Meski henna kental dengan adat timur tengah, menurutnya sekarang ini pemakaian henna juga digemari oleh berbagai kalangan lintas suku dan agama. Dalam satu minggu, ia bisa mendapat orderan lima sampai sepuluh klien.

Bisnis Jayanti terus maju. Sambil menjalani profesi lainnya, ia menjadi henna artist sebagai usaha sampingan. "Saya pernah jadi guru dan bekerja sebagai marketing. Cuma saya merasa passion saya di sini. Tahun 2013 akhirnya saya menjadikan henna artist sebagai profesi saya satu-satunya hingga saat ini," katanya.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved