Ternyata Segini Tarif yang Ditawarkan KPU Deliserdang untuk Melipat Surat Suara

Dulunya warga yang berminat melipat hanya dibekali KPU dengan kupon yang terbuat dari kertas karton.

Ternyata Segini Tarif yang Ditawarkan KPU Deliserdang untuk Melipat Surat Suara
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Warga berbondong-bondong berdatangan ke Kantor KPU Deliserdang mendaftar sebagai pelipat surat suara Rabu, (20/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Cara yang dilakukan oleh KPU Deliserdang dalam merekrut pekerja untuk melipat surat suara Pemilu tahun ini berbeda dengan ketika saat momen Pilkada tahun lalu.

Dulunya warga yang berminat melipat hanya dibekali KPU dengan kupon yang terbuat dari kertas karton.

Pada saat ini warga yang mau mendaftar harus menyertakan fotocopy KTP dan Pasphoto.

Ketua KPU Deliserdang, Bobby Indra Prayoga mengaku harga perlembar kertas surat suara yang dilipat tidak semahal pada saat Pilkada.

Untuk kertas surat suara Presiden dipatok dengan harga Rp 80 rupiah perlembar. Sementara untuk kertas DPD RI dihargai Rp 90 per lembar sedangkan untuk surat suara DPRD Kabupaten/Provinsi dan DPR RI Rp 100 rupiah perlembar. Ia menyebut untuk satu kotak surat suara jumlahnya berbeda-beda.

"Untuk DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten jumlahnya satu kotak 500 lembar. Kalau untuk Presiden jumlahnya satu kotak ada 2 ribu lembar. Sama seperti untuk surat suara DPD perlembar 2 ribu jumlahnya. Target kita tiga hari bisa selesai lah nanti pelipatan surat suara. Kalau untuk pendaftaran berbeda karena sesuai surat edaran KPU RI. Pekerja untuk pelipatnya harus teridentifikasi,"kata Bobby Rabu, (20/3/2019).

Pendaftaran perekrutan untuk pelipat kertas surat suara yang dilakukan oleh KPU Deliserdang nyaris ricuh Rabu, (20/3/2019). Hal ini bisa terjadi lantaran ada ribuan warga yang berbondong-bondong datang ke kantor KPU untuk mendaftar.

Mereka rela mengantri berjam-jam bahkan sudah datang sejak pukul 05.00 WIB di kantor KPU Deliserdang. Banyaknya warga yang datang karena termakan informasi yang salah dan merasa mereka bisa bergaji Rp 200 ribu lebih dalam satu hari.

Karena terlalu banyaknya warga yang mau mendaftar pihak kepolisian pun sempat kerepotan menghadapi jumlah massa yang begitu banyak. Saat itu ada ribuan orang yang berminat mendaftar dan berdiri mengelilingi area kantor KPU. Suasana paling ramai terlihat di area pintu gerbang kantor KPU.

Saat itu tidak hanya kaum wanita, kaum pria juga saling berebut untuk dapat masuk ke area halaman kantor KPU tempat dimana warga didata dan diberi formulir pendaftaran. Karena banyak yang saling berdesakan dan saling dorong banyak yang lemas dan pingsan khususnya ibu-ibu. Ketika itu petugas kepolisian pun langsung membopong setiap wanita yang kondisinya lemas dan pingsan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved