Sah, Bilal Mayit dan Penggali Kubur di Deliserdang Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian

Sudah selayaknya bilal mayit dan penggali kubur yang jumlahnya 3.532 orang itu berhak atas jaminan sosial.

Sah, Bilal Mayit dan Penggali Kubur di Deliserdang Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kabag Pemberdayaan Masyarakat dan Trantibum Linmas Deliserdang, Robert Tambunan dengan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa, Sahrial melakukan penandatanganan kerjasama disaksikan Sekda, Darwin Zein dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Edwin Nasution di aula Cendana Kantor Bupati Kamis, (21/3/2019). 

PAKAM, TRIBUN - Pemkab Deliserdang akhirnya merealisasikan janjinya untuk mendaftarkan 3.532 orang Bilal Mayit dan Penggali Kubur di seluruh Kabupaten Deliserdang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Realisasi itu dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan kerja sama MoU antara Pemkab Deliserdang dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan di ruang aula Cendana Kantor Bupati Kamis, (21/3/2019).

Saat itu penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Kabag Pemberdayaan Masyarakat dan Trantibum Linmas Deliserdang, Robert Tambunan dengan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa, Sahrial dengan disaksikan Sekda, Darwin Zein dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Edwin Nasution.

Darwin Zein menyebut sudah selayaknya bilal mayit dan penggali kubur yang jumlahnya 3.532 orang itu berhak atas jaminan sosial.

Disebut dapat dipahami bahwa program BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaminan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan kerja, pada saat melakukan aktivitas kerja sesuai dengan pekerjaannya juga merupakan jaminan bagi yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.

Upaya-upaya melalui terobosan-terobosan dan inovasi dengan melindungi masyarakat terhadap resiko kecelakaan terus dilakukan Pemkab selama ini.

"Sehingga resiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia dapat terlindungi dan meningkatkan martabat masyarakat. Saya ucapkan juga terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas terselenggaranya penandatanganan kerjasama tentang pelaksanaan program jaminan sosial bagi para bilal mayit dan penggali kubur se Deliserdang ini,"kata Darwin Zein.

Untuk selanjutnya, lanjut Darwin akan dilaksanakan penandatanganan surat pernyataan dari para bilal mayit dan penggali kubur di kantor Kecamatan masing-masing. Diharapkan penandatanganan yang dilakukan menjadi awal terlaksananya perlindungan resiko kecelakaan kerja bagi Bilal Mayit dan Penggali Kubur. Sementara itu Robert Tambunan menambahkan bahwasanya jumlah iuran yang dibebankan sebesar Rp 8000 perbulan untuk dua kategori perlindungan.

"Dua kategori itu untuk kecelakaan kerja dan kematian. Pada tahun anggaran 2019 terjadi kenaikan honor untuk mereka (Bilal Mayit dan Penggali Kubur) sebesar Rp 40 ribu setiap bulannya. Dan Rp 8 ribu dari itu dialokasikan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan. Sengaja Pemkab mau melindungi mereka karena kita tahu usia mereka itu sudah diatas 50 tahun rata-rata,"kata Robert.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan menyebut apabila terjadi kematian maka ahli waris akan mendapatkan Rp 24 juta. Sementara untuk kecelakaan kerja akan ditanggung biaya pengobatannya sampai sembuh. Adapun yang dimaksud dengan kecelakaan kerja mulai dari orangnya berangkat dari rumah sampai pulang lagi ke rumah dalam hal persoalan kerja.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved