Upaya Dompet Dhuafa Entaskan Kemiskinan, Program KTM Bisa Hidupkan 29 Kepala Keluarga

KTM gawean Dompet Dhuafa Waspada sudah berhasil memberi banyak manfaat bagi puluhan kepala keluarga

Upaya Dompet Dhuafa Entaskan Kemiskinan, Program KTM Bisa Hidupkan 29 Kepala Keluarga
TRIBUN MEDAN/ILHAM FAZRIR HARAHAP
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman saat memberikan keterangan terhadap pemberdayaan Kampung Ternak Mandiri 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Program Kampung Ternak Mandiri (KTM) gawean Dompet Dhuafa Waspada sudah berhasil memberi banyak manfaat bagi puluhan kepala keluarga

Semenajak dibentuknya program tersebut, bisa menghidupkan 29 Kepala Keluarga (KK).

Satu manfaatnya bisa dirasakan di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, yang menjadi satu tempat pemberdayaan KTM.

Awalnya KTM Dompet Dhuafa memberikan ternak kepada 10 kepala keluarga (KK) sebanyak 50 ekor kambing betina dan 5 ekor kambing jantan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Langkat.

Masing masing keluarga mendapatkan 5 ekor kambing betina dan 1 ekor kambing pejantan dibagi dua KK.

Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, program tersebut telah bergulir sejak 1 juni 2008 sebagai bentuk pendayagunaan dana zakat, sedekah, dan dana sosial lain para donatur. KTM Dompet Dhuafa mengembangkan program peternakan yang berbasis pada peternakan rakyat (peternak mustahik).

“Alhamdulillah, hingga tahun 2019 penerima manfaatnya bertambah menjadi 29 KK. Sukses mengembangkan peternakan di Desa Sidomulyo, program KTM dikembangkan ke dua daerah lainnya yaitu Desa Jati Utomo Binjai Utara dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 10 KK Penerima Manfaat. Hingga Tahun 2019 penerima manfaatnya bertambah menjadi 22 KK,” kata Sulaiman, Kamis (21/3/2019).

Sebelum bergulirnya pemberdayaan peternak, THK untuk menyediakan hewan kurban harus membeli hewan ternak dari peternak luar. Setelah hadirnya pemberdayaan, aliran hewan kurban THK langsung dari para peternak pemberdayaan binaan KTM.

Sulaiman mengatakan, program ini mengoptimalkan program kapasitas peternak, modal, dan pemasaran. Ketiga hal tersebut sejatinya merupakan faktor yang dapat mewujudkan kemandirian dan kemajuan peternakan lokal.

“Selain itu juga program ini menerapkan sistem bergulir. Pola bergulir ini setiap penerima manfaat yang sudah mumpuni wajib menyokong penerima manfaat lainya dalam rangka menstimulir pertumbuhan ekonomi daerah program tersebut. Jadi bisa dicicil saat sudah berkembang biak ternaknya. Misalnya dua ekor kambing dulu bertahan. Kesepakatan di awal, mereka harus bisa minimal membantu satu KK,” tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved