Dua Kali Lelang, 47 Unit Kendaran Dinas Milik Pemkab Deliserdang Tak Laku-laku

Agus Ginting membenarkan bahwa dalam dua kali diselenggarakannya lelang oleh KPKNL belum ada sama sekali peminatnya.

Dua Kali Lelang, 47 Unit Kendaran Dinas Milik Pemkab Deliserdang Tak Laku-laku
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Mobil-mobil yang menjadi aset Pemkab Deliserdang dan yang akan dilelang terparkir di kantor DPRD Deliserdang beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum juga berhasil melepas 47 unit kendaraan yang menjadi asetnya.

Meski sudah dua kali dilakukan pelelangan aset yang pelaksananya adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan namun belum ada peminatnya. Disebut-sebut kalau 47 unit kendaraan yang dilelang dalam satu paket itu tidak ada peminatnya karena dinilai harganya masih terlalu tinggi.

Berdasarkan catatan Tribun pelaksanaan lelang sudah dua kali dilakukan dan diselenggarakan KPKNL. Untuk yang pertama dilakukan pada bulan Januari dimana harga yang ditawarkan untuk satu paket Rp 1,068 Milyar.

Untuk yang kedua dilakukan pada awal bulan Maret dengan harga yang ditawarkan sudah turun menjadi Rp 758.613.700.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Deliserdang, Agus Ginting membenarkan bahwa dalam dua kali diselenggarakannya lelang oleh KPKNL belum ada sama sekali peminatnya.

Disebut untuk harga pertama merupakan harga pasar sedangkan untuk harga lelang kedua dipakai harga likwidasi. Harga pasar dan likwidasi merupakan penghitungan yang dikeluarkan oleh appraisal (penilai aset).

"Ya enggak ada juga yang daftar yang (lelang) kedua. Ya kita lakukan penghitungan lagi lah nanti balik. Jadi ini sedang kita pinta agar KPKNL yang melakukan penghitungan. Jadi memang ada kewenangan dari KPKNL untuk melakukan penghitungan aset negara. Kalau kemarin kan yang menghitung appraisal,"ujar Agus Ginting Jum,at, (22/3/2019).

Karena berkewenangan selain menjadi penyelanggara lelang dan penghitung aset, lanjut Agus Pemkab melalui Sekda, Darwin Zein sudah menyurati Pimpinan KPKNL agar selanjutnya dapat menilai 47 aset yang mau dilelang.

Agus mengakui bahwa karena belum ada peminat hingga dua kali pelaksanaan lelang maka Pemkab terpaksa mengeluarkan biaya tambahan jadinya. Biaya yang dimaksud diantaranya adalah biaya sewa gudang untuk tempat parkirnya kendaraan yang mau dilelang di Lubuk Pakam.

"Kalau anggaran untuk konsultan (appraisal) kemarin tahun 2017 dan hasilnya baru mereka keluarkan pada tahun 2018. Sekarang kita tinggal tunggu hitungan dari KPKNL sajalah. Intinya kita dari Pemkab tidak berani untuk mengganti-ganti atau merubah nilai yang telah dikeluarkan. Saya tidak tahu berapa sebenarnya (taksiran harga yang bisa diterima banyak orang),"kata Agus.

Sesuai data yang dihimpun Tribun, 47 unit kendaraan yang mau dilelang berupa roda dua dan empat terdiri dari sepeda motor, mobil, truk hingga ambulan. Untuk yang kondisinya baik hanya ada 19 unit kendaraan roda empat dan 1 unit kendaraan roda dua.

Selanjutnya kondisinya dalam bentuk scrap/besi tua ada 27 unit yang terdiri dari 9 unit roda 4 dan 18 unit roda 2.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved