Gandeng Industri Kecil Menengah, Pasar Wisata Tikung Hadirkan Program Gratis Sewa Setahun

Manajemen Pasar Wisata Titi Kuning (Tikung) bekerjasama dengan FK-IKM Medan Bersatu menggelar temu ramah bersama 55 pelaku UMKM.

Gandeng Industri Kecil Menengah, Pasar Wisata Tikung Hadirkan Program Gratis Sewa Setahun
TRIBUN MEDAN/HO
SEBANYAK 55 pelaku UMKM di kota Medan mengikuti temu ramah Manajemen Pasar Wisata Titi Kuning (Tikung) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Industri Kecil Menengah (FK-IKM Medan Bersatu), Jumat (8/3) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajemen Pasar Wisata Titi Kuning (Tikung) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Industri Kecil Menengah (FK-IKM Medan Bersatu) menggelar temu ramah bersama 55 pelaku usaha IKM, Jumat (8/3) lalu.

Ketua FK-IKM Medan Bersatu, Supriadi Adiguna dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran Pasar Wisata Tikung di kota Medan. Menurutnya, konsep dan ide yaang dibawa Pasar Wisata Tikung sangat menarik, terutama untuk perkembangan pariwisata di Sumatera Utara. “Apalagi Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia, belum ada wisata belanja yang lengkap yang bisa membuat wisatawan untuk datang ke satu tempat seperti yang ada di kota-kota lain di Indonesia,” katanya.

Dengan adanya Pasar Wisata Tikung ini, kata Supriadi, pihaknya berharap produk-produk UMKM bisa ditampilkan di Pasar Wisata Tikung ini, sehingga produk UMKM lebih dikenal secara luas.

Baca: Galeri One Village One Product (OVOP), Wadah Pemasaran Produk UMKM Masyarakat di Asahan

Pasar Wisata Titi Kuning yang beralamat di Jalan Brigjen Zein Hamid Medan adalah program revitalisasi dari sebelumnya merupakan pasar tradisional yang bernama Pasar Inpres Titi Kuning. Pasar tradisional ini kemudian direvitalisasi menjadi pasar modern yang bersih dan rapi sekaligus menjadi pasar wisata pertama dan satu‑satunya di Sumatera Utara.

Temu ramah ini dirangkai dengan sosialiasi Pasar Wisata Tikung sekaligus pemaparan program gratis sewa satu tahun kepada pelaku IKM.

Staf Pemasaran Pasar Wisata Titi Kuning, Suwanto mengatakan, sesuai dengan namanya, maka program ini memberikan fasilitas kepada para pedagang produk wisata berupa gratis sewa kios selama satu tahun. Program ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan Pasar Wisata Titi Kuning dalam memberdayakan produk‑produk UMKM di Sumatera Utara.

Untuk mendapatkan penawaran ini, para pedagang harus mengikuti ketentuan‑ketentuan yang ada. Yakni: calon Pedagang Pasar wisata (Pepasta) harus berjualan produk wisata (suvenir, oleh‑oleh, dan kerajinan tangan), penempatan calon pepasta di lantai 3, mengisi formulir pendaftaran program gratis sewa 1 tahun (nama, alamat, telepon, merk produk, jenis produk, dan kebutuhan ruang usaha) dan membayar uang deposit Rp 2 juta juta sebagai tanda keseriusan.

Jika ketentuan ini telah dipenuhi, kata Suwanto, maka pengelola Pasar Tikung akan melakukan survei produk pendaftar. Survei bisa berupa kunjungan lokasi, uji produk asli, atau mempelajari foto produk. Apabila hasil survei meloloskan pendaftar, maka akan dilanjutkan dengan pemilihan unit kios.

“Uang deposit akan dikembalikan paling lambat satu bulan apabila kios sudah diisi oleh pendaftar dan beroperasi penuh sesuai ketentuan gedung yang berlaku. Sedangkan jika hasil survei tidak meloloskan pendaftar (gagal), maka uang deposit akan dikembalikan paling lambat satu minggu setelah pemberitahuan hasil survei,” kata Suwanto.

Jika tertarik dengan program ini, pelaku UMKM dapat menghubungi manajemen Pasar Wisata Tikung di nomor telepon: 0853 6254 4815 (Icha), 0812 6557 3330 (Suwanto) atau 0852 6272 3982 (Bobby).(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved