Populasi Anjing Tinggi, Wabah Rabies jadi Momok di Dairi

Satu orang yang meninggal dunia pada tahun 2019 tersebut menolak divaksinasi dan memilih berobat secara tradisional.

Populasi Anjing Tinggi, Wabah Rabies jadi Momok di Dairi
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Kepala Dinkes Kabupaten Dairi dr Nitawati Sitohang (kiri) didampingi sekretarisnya Friss Turnip (kanan) kala ditemui di kantornya, Jumat (22/3/2019) sore 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Setiap tahun, kasus gigitan rabies di Kabupaten Dairi berjumlah ratusan. Pada tahun 2017, wabah rabies tercatat telah menjangkiti 633 warga. Sementara pada tahun 2018, sebanyak 507.

Beruntung, seluruh korban terpapar rabies pada tahun 2017 dan 2018 itu cepat menerima suntikan vaksin antirabies, sehingga tidak ada yang berakhir dengan meninggal dunia.

Sementara, untuk tahun ini, terlaporkan sudah ada 96 kasus gigitan. Satu di antaranya meninggal dunia.

"Tiap tahun di Dairi ada kasus gigitan rabies. Di Sumut, Dairi masuk ke dalam 10 besar daerah terbanyak kasus gigitan rabies, karena memang populasi anjing di sini banyak," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dairi dr Nitawati Sitohang didampingi sekretarisnya, Friss Turnip, saat ditemui, Jumat (22/3/2019).

Ia menyebut, satu orang yang meninggal dunia pada tahun 2019 tersebut menolak divaksinasi dan memilih berobat secara tradisional.

Selanjutnya, Nitawati menjelaskan, anjing adalah satwa utama penular wabah rabies di Kabupaten Dairi. Anjing yang telah terinfeksi rabies umumnya berperilaku agresif.

Penularan terhadap manusia terjadi ketika anjing terinfeksi rabies menggigit dan air liurnya merasuk ke jaringan kulit yang luka akibat digigit.

"Bila seekor anjing suka menyerang orang, bahkan menyerang tuannya sendiri, maka besar kemungkinan anjing itu sedang terganggu kesehatannya. Di Sumut, kita menyebutnya Anjing Gila. Untuk itu, sebaiknya anjing dengan perilaku itu kita jauhi," tuturnya.

Lebih lanjut, Nitawati mengungkapkan, Dinkes Dairi saat ini tengah kehabisan stok vaksin antirabies untuk manusia.

Persoalan ini, kata dia, sesungguhnya sudah lama dikeluhkan pihaknya. Pasokan vaksin dari Dinkes Provinsi Sumut selalu tidak sesuai jumlah permintaan pihaknya.

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved