Tips Konsultan Pajak Agar Pengusaha Bisa Hemat dengan Tidak Melanggar Peraturan Perpajakan

Banyaknya stigma yang beredar pasca amnesti pajak dan masih minimnya penyuluhan mengenai hal tersebut

Tips Konsultan Pajak Agar Pengusaha Bisa Hemat dengan Tidak Melanggar Peraturan Perpajakan
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Ngopi Bisnis kali ini diselenggarakan di Kito Garden Cafe and Resto di Jalan Karakatau nomor 192, Sabtu (23/3/2019). Pada episode ke delapan ini, YEC membawa Dr. Dra. Lily Tan, MBA.,MH sebagai pembicara dengan judul Tax Planning Pasca Tax Amnesty 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Banyaknya stigma yang beredar pasca amnesti pajak dan masih minimnya penyuluhan mengenai hal tersebut membuat Young Entrepreneurs Council (YEC) INTI (Indonesia Tionghoa) Sumatera Utara mengangkat topik ini pada Ngopi Bisnis episode ke delapan.

Ngopi Bisnis kali ini diselenggarakan di Kito Garden Cafe and Resto di Jalan Karakatau nomor 192, Sabtu (23/3/2019). 

Pada episode ke delapan ini, YEC membawa Dr. Dra. Lily Tan, MBA.,MH sebagai pembicara dengan judul Tax Planning Pasca Tax Amnesty.

"Ibu Lily adalah seorang Konsultan Pajak di Jakarta, anggota DPRD Kota Medan, dan juga merupakan Ketua Perempuan INTI atau PINTI Pusat Jakarta," ujar Executive Secretary YEC INTI Sumut, Andro Hartanto.

Andro mengatakan saat ini penyuluhan mengenai perencanaan pajak dan amnesti pajak masih kurang. 

"Pasca tax amnesty banyak orang yang ditakut-takuti, kalau tidak ikut tax amnesty harta kamu akan dilacak dan akan kena persentase tinggi hingga 30 sampai 90 persen. Karena itu banyak orang yang berbondong-bondong ikut tax amnesty tanpa tahu sejelas-jelasnya mengapa mengikuti tax amnesty," ujar Andro.

Karena itu YEC INTI Sumut menghadirkan Lily Tan sebagai konsultan pajak untuk memperjelas kenapa harus mengikuti amnesti pajak dan melakukan perencaan pajak.

Lily Tan mengatakan jika sudah ikut amnesti pajak, sebagai wajib pajak harus melaporkan Tax Amnesty (TA) selama tiga tahun berturut-turut. 

"Tahun 2017 dianggap sebagai laporan TA pertama, SPT tahun 2018 dianggap sebagai laporan TA kedua, dan 2019 adalah laporan TA ketiga. Tapi untuk yang mengikuti TA pada periode 1 Januari 2017 hingga 1 Maret 2017 harus melapor hingga 2020," kata Lily

Pada seminar tersebut, para peserta tampak antusias melemparkan pertanyaan-pertanyaan tentang TA dan perencanaan pajak

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved