Sahabat Alam Sumut Ajak Anak-anak Selamatkan Air

Sekitar 20 anak yang dipanggil berbaris dan mengikuti arahan memasuki area perlombaan.

Sahabat Alam Sumut Ajak Anak-anak Selamatkan Air
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Peserta peragaan busana dari daur ulang sampah pada Peringatan Air Sedunia di Gang Nasional Lingkungan X Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suara pelantang menggema sejak memasuki Gang Nasional Lingkungan X Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun.

Saat mengikuti arah suara, ternyata seorang perempuan sedang memanggil nama anak-anak yang akan mengikuti perlombaan mewarnai.

Sekitar 20 anak yang dipanggil berbaris dan mengikuti arahan memasuki area perlombaan.

Mereka sedang berada di Lapangan Bola dipinggiran sungai Deli. Tidak jauh dari mereka, berdiri teratak yang bersusunkan deret bangku berwarna hijau. Tampak enam orang anak perempuan yang mengenakan kostum dari sampah sedang bersolek.

Di sisi panggung lainnya, seorang laki-laki meninggikan suaranya, memberikan instruksi kepada anak yang memegang botol plastik. Ia meminta mereka untuk mencari sampah sekitar 10 menit. Selanjutnya, sampah yang dikumpulkan akan dimasukkan ke dalam botol plastik tadi dan dipadatkan. Kita biasa menyebutnya dengan ekobrik.

Terik matahari Kota Medan siang itu juga tidak menyurutkan warga sekitar memadati lapangan. Ada yang berjualan makanan ringan, hingga jajanan es.

Mereka berkumpul dalam kegiatan Peringatan Hari Air Sedunia 2019 yang diadakan oleh Sahabat Alam (Salam) Sumatera Utara (Sumut).

"Tema kita adalah save water, save world, save life. Kita sekarang masih bisa minum air dengan murah. Kalau kita membiarkan polusi air, kualitas air tidak membaik, kita tidak bisa mengonsumsinya lagi. Kita mau minum apa," kata Ketua Salam Sumut Lukman Hakim Siagian kepada Tribun.

Air, tambahnya adalah unsur yang penting dalam kehidupan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat bersama menyadari pentingnya kebersihan sungai, sumur bahkan laut.

"Kebetulan kan kita dekatnya dengan sungai. Teman-teman lain sudah membuat, kita juga. Masyarakat sudah mulai merespon dengan baik terkait pentingnya air sungai yang bersih dan jauh dari sampah. Tetapi, satu yang respon, satu juta yang tidak," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved