TRIBUNWIKI: Tiga Tempat PKL yang Menjual Kuliner Tradisional Berbeda di Kota Medan

Tiga tempat pedagang kaki lima yang menjual kuliner tradisional dengan berbeda-beda jenis kuliner tradisionalnya.

TRIBUNWIKI: Tiga Tempat PKL yang Menjual Kuliner Tradisional Berbeda di Kota Medan
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Serabi Barokah Milik Ibu Ipah di Jalan Brigjen Katamso dekat Kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Kota Medan, Minggu (24/3/2019) 

Kalau di suku Dayak lemang disajikan pada pesta-pesta ada mereka, bagi suku Melayu, lemang biasanya disantap pada hari Idul Fitri atau Idul Adha. Di Ulun Lampung di sebelah pesisir, makanan lemang tersebut menjadi makanan sewaktu acara adat dan lebaran Idul Fitri. Nah, daerah di Sumatera Utara, kota Tebing-Tinggi dijuluki Kota Lemang juga. Apabila di suku Minangkabau lemang juga merupakan makanan khasnya.

Kebanyakan juga di Medan makanan lemang ini dijual oleh orang Minangkabau. Satu diantaranya pedagang kaki lima yang berjualan lemang, Ibu Yetni merupakan penjual lemang bersuku Minangkabau di pasar Jalan sukaramai.

Di pasar Sukaramai ini, terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual lemang dengan menggunakan gerobak sorong. Ibu Yetni penjual lemang sudah berjualan lemang dari tahun 1986 di pasar Sukaramai ini. Setelah menikah dengan suaminya, Ia pindah dari Kota Padang ke Medan. Di Kota Medan ia berjualan lemang.

Yetni juga menjelaskan bahwa biasanya penjual lemang di daerah tersebut buka pada pukul 12.00 WIB dan tutup sampai pada pukul 23.00 WIB.

“Biasanya di sini buka jam 12.00 WIB dan tutup jam 23.00 WIB. Kalau sebatang lemangnya, harganya Rp 30 ribuan, biasanya ada yang nawar Rp 25 ribuan, ya di kasih juga kalau belik banyak. Dan ada juga beli potongan dari harga Rp 5 ribuan. Kalau tape pulutnya itu sebungkus Rp 5 ribuan ibu jual sama yang beli,” pungkasnya.

Lemang Ibu Yetni di kawasan Pasar Sukaramai, Jalan AR Hakim, Kota Medan, Minggu, (24/3/2019)
Lemang Ibu Yetni di kawasan Pasar Sukaramai, Jalan AR Hakim, Kota Medan, Minggu, (24/3/2019) (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Di pasar tersebut terdapat delapan gerobak sorong yang menjual lemang, biasanya ramai pada saat pukul 18.00 WIB sudah dipenuhi jualan lemang. Kalau pengunjung biasanya ramai saat hari-hari besar, hari libur dan bulan puasa.

(cr22/Tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved