TERUNGKAP, Bupati Pakpak Bharat Remigo Minta Setoran KW Rp 500 Juta dari Proyek Ini!

David menyebutkan bahwa setiap proyek yang ada di PUPR memang sudah wajib memberikan 15 persen kepada Bupati Pakpak Bharat.

TERUNGKAP, Bupati Pakpak Bharat Remigo Minta Setoran KW Rp 500 Juta dari Proyek Ini!
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK) bersama istrinya Theresia dalam kasus Kasus suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang terhadap Bupati Nonaktif Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu di PN Medan, Senin (25/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang terhadap Bupati Nonaktif Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu memasuki sidang mendengarkan saksi di Cakra Utama, Pengadilan Negeri Medan, Senin (25/3/2019).

Kali ini sidang menghadirkan Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK) yang juga merupakan terdakwa dalam kasus penyuapan Bupati Remigo serta istri Kadis David, Theresia.

David menyebutkan bahwa setiap proyek yang ada di PUPR memang sudah wajib memberikan 15 persen kepada Bupati Pakpak Bharat. 

"Kami punya kewajiban ke Bapak Bupati, memang biasanya setiap proyek itu 15 persen diserahkan ke atas itu Pak Bupati," katanya dalam persidangan.

Pria yang mengenakan kemeja putih lengan pendek celana hitam ini menyebutkan bahwa awal mulanya terdakwa Rijal meminta proyek kepada dirinya. 

"Jadi awalnya itu Pak Efendi pernah datang minta pekerjaan, tapi karena saya tahu Pak Efendi ini bisa berhubungan dekat dengan Pak Bupati karena merupakan ts (tim sukses)nya.

Jadi saya arahkan untuk berhubungan langsung dengan Pak Bupati. Karena tidak semua bisa berkontak langsung dengan Bupati," terangnya. 

Setelah berkomunikasi dengan Bupati Remigo, dijelaskan David bahwa Rijal akhirnya memenangkan lelang paket proyek Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu senilai Rp4.544.280.000 tahun 2018.

Setelah mendapatkan proyek, David menjelaskan bahwa ditagih oleh Bupati Remigo untuk meminta uang 'KW' kepada terdakwa Rijal sebesar 15 persen yaitu Rp 675 juta.

"Sebenarnya 15 persen dari proyek tersebut 675 juta, namun Rijal meminta dikurangi dan menyanggupi 500 juta sekitar 10 persennya," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved