Instansi Ini Saling 'Lempar Bola' soal Bangunan Gedung Pertemuan dan Restoran di Atas Irigasi

R Tampubolon mengharapkan agar pelanggaran itu ditindakan tegas oleh Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir.

Instansi Ini Saling 'Lempar Bola' soal Bangunan Gedung Pertemuan dan Restoran di Atas Irigasi
Tribun Medan / Indra
Foto Ilustrasi: Irigasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Pemkab Toba Samosir hingga saat ini tidak bisa memutuskan persoalan bangunan Gedung Pertemuan dan Restoran milik Yanti Raliza di Jalan Pematang Siantar, Desa Sibolahotang, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Bangunan yang sarat pelanggaran itu hingga Selasa (25/3/2019) masih berdiri.

Pantauan wartawan sampai saat ini belum terlihat penindakan dari Pemkab Toba Samosir. Padahal beberapa bulan belakangan ini kejadian ini sudah disampaikan kesetiap dinas terkait sehingga menimbulkan kecurigaan warga, dinas terkait seakan "lepar bola panas" dalam permasalahan itu.

Masyarakat Sibolahotang, R Tampubolon mengharapkan agar pelanggaran itu ditindakan tegas oleh Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir yang membidanginya. Sebab irigasi yang tertimbun bangunan merupakan kebutuhan yang vital bagi warga.

"Kalau bisa Bupati harus tanggap mengenai hal ini karena hal ini sudah jelas-jelas melanggar menutup aset desa seakan menghilangkan aset desa itu sendiri dan terkesan lamban dalam penanganannya", jelasnya.

Sangkap Pasaribu Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu kepada wartawan mengatakan, baru saja mengetahui persoalan dimaksud.

Sebelumnya, permasalahan ini sudah dilaporkan langsung oleh warga ke Bidang Seksi Data Junita Sianipar, SE dan Seksi Pengaduan dan pngendalian Natalia Silitonga.

"Baru kali ini saya mendengar imformasi ini, saya pelajari dulu dan walaupun itu salah harus ada dulu pertimbangan teknik dari Tarukim , karena merekalah yang mengetahui teknisnya dan untuk keterlibatan dalam hal ini sebenarnya sudah banyak yang terlibat disini termasuk kepala Desa, Camat artinya tidak bisa kami terbitkan izin kalau tidak jelas rekomendasi dari kepala desa, camat. Termasuk Tarukim karena pengawasannya ini Tarukimlah yang mengawasi pengawasannya dalam pelaksanaannya kebenarannya apakah sesuai dengan gambar," tuturnya.

Jhonny Lubis Kepala Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM) mengatakan bahwa pengawasan pembangunan Gedung Pertemuan Dan Restoran milik Yanti Raliza seharusnya Dinas Perizinan.

"Sudah ada tugas masing-masing, perizinan seharusnya kalau ada pengaduan seperti ini, perizinan melaksanakan pertemuan mengundak kami (DISPERKIM) untuk duduk bersama dalam membahas ini baru itu tepat," ungkapnya.

Diketahui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu menerbitkan izin bangunan Gedung Pertemuan dan Restoran pertanggal 21 maret 2017 dengan no izin 503/013/IMB/DDMPPTSP/2017 yang beralamat di Jalan Pematang Siantar Desa Dibolahotang Sas, Kecamatan Balige dimana diketahui bangunan tersebut berada di atas irigasi Pea Horbo yang merupakan aset dari Desa Sibolahotang.

(jun/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved