Protes Kafe Sarat Prostitusi di Desa Huta Tinggi Pangururan, RN Naibaho Ditangkap Polisi

RN ditahan karena menuntut pentutupan live musik Rindu Alam di Desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan, yang diduga sarat prostitusi.

Protes Kafe Sarat Prostitusi di Desa Huta Tinggi Pangururan, RN Naibaho Ditangkap Polisi
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN. COM, SAMOSIR - Warga Desa Huta Tinggi, mendatangi Polres Samosir, senin Malam 24 Maret 2019 akibat penahanan salah satu warga RN Naibaho oleh Polres Samosir

RN ditahan karena menuntut pentutupan live musik Rindu Alam di Desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan, yang diduga sarat prostitusi.

"Sudah lama kami menahan kesabaran, agar live music Rindu Alam yang beroperasi tanpa izin ditutup. Apalagi sarat dengan pristitusi," ujar Naibaho di Pangururan, Selasa (26/3/2019).

Sebelumnya RN bersama Warga Huta Tinggi turun ke lokasi untuk menuntut agarusaha itu ditutup pada Kamis (7/3/2019), pukul 23.00 WIB-24.00 WIB lalu. Karenanya, satu dari antara warga ditahan di Polres Samosir.

Penangkapan terhadap RN atas surat perintah penangkapan Nomor: SP. Kap/18/III/2019/Reskrim. Dengan dasar penangkapan, pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, pasal 7 ayat (1) huruf d, pasal 16, pasal 17, pasal 18, pasal 19, dan pasal 37 KUHAP.

Lalu Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, laporan polisi Nomor: LP/B-52/III/2019/SMR/SPKT tanggal 16 Maret 2019, dan surat perintah penyidikan Nomor: Sp.Sidik/32/III/2019/Reskrim tanggal 18 Maret 2019.

RN diduga melakukan tindak perusakan terhadap barang pada hari Sabtu (16/3/2019), sekira pukul 22.30 WIB, lalu di klub malam Rindu Alam.

Berdasarkan penangkapan itu,  warga Huta Tinggi pun mendatangi Polres Samosir,  Senin 25 Maret Malam pukul 19.39 WIB, memberikan dukungan terhadap RN.

Setelah puluhan warga mamaksa masuk ke Mapolres Samosir untuk melihat RN yang tengah diperiksa.

RN yang ditangkap unit Reskrim Polres Samosir, Senin (25/3/2019), sekira pukul 16.30 WIB, lalu, akhirnya dilepas.

RN keluar dari ruang pemeriksaan didampingi Obin Naibaho, persetujuan Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Jonser Banjarnahor.

RN dilepas dari status tangkapan karena sudah selesai dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan atas jaminan Obin Naibaho agar tidak dilakukan penahanan.

"Kita akan membuat police line ke kafe Rindu Alam tersebut, untuk menghindari timbulnya masalah baru," kata AKP Jonser Banjarnahor kepada wartawan.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved