Bank Indonesia: Jumlah UMKM di Sumut 2,8 Juta, tapi Terdata di Dinas Koperasi 380 Ribu!

BI akan konsen kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dari UMKM

Bank Indonesia: Jumlah UMKM di Sumut 2,8 Juta, tapi Terdata di Dinas Koperasi 380 Ribu!
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sistro Widayat (enam kanan) bersama Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan (lima kanan), Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI Sumatera Utara Demina Sitepu (lima kiri) bersama peneliti dan UMKM di Kantor BI Jalan Balai Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Utara dan meminta perbankan untuk merealisasikan kredit usaha terhadap pelaku ekonomi tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Wiwiek Sistro Widayat saat membuka Diseminasi hasil penelitian Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) unggulan UMKM Provsu Tahun 2018 di Ruang Kuala Deli Lantai 9 Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Jalan Balaikota Medan, Selasa (26/2/2019)

Turut hadir, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI Sumut Demina Sitepu, dan para peneliti dari USU (Universitas Sumatera Utara) diantaranya Paidi Hidayat, Wahyu dan Nazaruddin dengan moderator Bakhtiar dari BI.

"BI akan konsen kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dari UMKM," ujar Wiwiek.

Menurutnya UMKM salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang sudah diakui keberadaannya. Dilihat dari jumlah, secara nasional ada 97 juta UMKM berdasarkan Survei Ekonomi Nasional (Susenas). Pangsanya hampir 99 persen dari total koperasi di Indonesia. Bahkan ketahanan UMKM sudah dibuktikan saat krisis tahun 1998 dan 2008.

"Di Sumut ada sekira 2,8 juta UMKM, namun yang teregisterasi atau terdaftar di Dinas Koperasi tak lebih dari 20 persen atau sekira 380 ribu. Jadi banyak UMKM yang belum teregisterasi dengan baik. Ini tantangan bagi kita untuk dapatkan database dengan akurat. Sebab, tanpa data yang akurat tidak bisa ambil kebijakan yang akan dikeluarkan," katanya.

"Sampai saat ini BI sudah mengembangkan beberapa komoditi sehingga mencapai stabilitas nilai rupiah. Hasilnya ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru," ucap Wiwiek

Ia mengatakan pihaknya mensupport UMKM cukup tinggi. Pertumbuhan kredit perbankan secara nasional pada triwulan IV 8-9 persen dan alokasi ke UMKM cukup tinggi yang diutamakan ke kredit modal kerja, investasi dan sedikit untuk konsumsi.

"Kredit yang diberikan ke UMKM terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar 5 persen, tahun 2016 naik jadi 10 persen, tahun 2017 ke 15 persen dan tahun 2018 naik lagi jadi 20 persen," ucapnya.

Ia menjelaskan BI fokus pengembangan ke UMKM karena terkait untuk menjaga inflasi lebih baik. Tahun 2018, inflasi sebesar 1,23 persen dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18 persen.

Penelitian KPJU, kata Wiwiek, salah satu upaya yang dilakukan BI untuk mengetahui komoditi-komoditi apa, produksi apa yang sekarang tumbuh di kabupaten/provinsi, apakah dapat jadi produk unggulan untuk mendorong ekonomi daerah ke depan.Nanti produk unggulan yang diperoleh itu akan dipilah lagi per sektor untuk mempermudah penanganannya. "Inilah kegiatan-kegiatan usaha yang memiliki keunggulan dan pertumbuhan besar di daerah," ucapnya.

BI kerja sama dengan Lembaga Penelitian USU Tahun 2018. Penelitian ini cukup intensif selama 2018 yang hasilnya akan diseminasikan atau disampaikan kepada para kepala SKPD baik di kabupaten atau yang mewakili provinsi maupun kecamatan.

"Hasil penelitian itu akan sama-sama digunakan untuk meningkatkan ekonomi di daerah ini terutama di Sumut. BI pada saat ini akan lebih konsern lagi kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari UMKM," ucapnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved