Kepala Dinas tak Hadir, Anggota Pansus LKPJ Merasa Tidak Dihargai

Beragam komentar yang langsung diucapkan oleh dewan begitu mengetahui Sarifah Alawiah tidak dapat hadir dalam rapat pembahasan.

Kepala Dinas tak Hadir, Anggota Pansus LKPJ Merasa Tidak Dihargai
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Sejumlah anggota Pansus LKPJ Bupati Deliserdang berdialog dengan beberapa pejabat Dinas PMP2TSP, Rabu (27/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tiga orang pejabat di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Kabupaten Deliserdang terpaksa balik kanan setelah ditolak kehadirannya oleh anggota DPRD Deliserdang yang masuk dalam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Deliserdang tahun 2018 Rabu, (27/3/2019).

Bukan tanpa alasan, dewan menolak untuk melakukan pembahasan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut lantaran dianggap Kepala Dinasnya, Sarifah Alawiah tidak menghargai mereka. Adapun tiga orang pejabat itu masing-masing Edy Zakwan, Yakris dan Rahmat.

Beragam komentar yang langsung diucapkan oleh dewan begitu mengetahui Sarifah Alawiah tidak dapat hadir dalam rapat pembahasan. Mulai dari Ketua Pansus, Amriono hingga para anggota seperti Bayu Sumantri Agung,

Hendri Dumanter Tampubolon dan Rusmani Manurung ikut berkomentar karena kekecewaan. Disebut dalam pembahasan LKPJ ini apabila Kepala OPD nya tidak hadir mereka sudah mempunyai kesepakatan.

"Kepala Dinasnya itu harus datang. Ini komitmen kita bersama. Kalau enggak datang ya enggak bisa (dilakukan pembahasan). Nanti kita tinggal buat rekomendasi saja bahwasanya dinas ini tidak mau datang,"tegas Amriono di dalam ruangan.

Dari beberapa orang dewan itu Bayu Sumantri Agung yang tampak paling pedas memberikan komentar di hadapan tiga pejabat di dinas tersebut.

Bayu menyebut pada saat pagi hari dan jam pertama mereka terlebih dahulu melakukan pembahasan bersama Dinas Pendidikan.

Ia bilang meski baru menjabat dan belum memahami secara teknis namun Kepala Dinasnya, Timur Tumanggor masih meluangkan waktu untuk datang.

" Harus datang Kadisnya. Kitakan mau tau juga program ibu Kadis baru itu apa?. Pak Timur saja tadi datang walaupun cuma diam saja, ini LKPJ. Harusnya datanglah minimal setor muka,"kata Bayu.

Saat itu dewan berpendapat harusnya sebagai pimpinan OPD harus dapat memilah-milah mana yang harus diutamakan. Ketika itu Edy Zakwan memberi penjelasan bahwa Kadisnya itu sedang berada di Kecamatan Kutalimbaru menghadiri acara yang tidak bisa ia jelaskan secara detail. " Kalau seperti ini kita itu enggak dihargai namanya,"kata Rusmani Manurung.

Tidak ada kalimat yang dikeluarkan oleh tiga orang pejabat dinas perizinan tersebut begitu dewan meluapkan kekecewaannya. Apa-apa yang diucapkan oleh dewan hanya mereka respon dengan senyuman. Dewan menyebut memberikan waktu agar Kadis Syarifah dapat menyesuaikan waktu untuk menghadirkan rapat pembahasan. Karena kehadiran Syarifah tidak ada maka pembahasan ditunda tanpa waktu yang belum ditentukan.

Saat diwawancarai wartawan Edy Zakwan membenarkan bahwasanya Kadisnya itu sedang berada di Kecamatan Kutalimbaru.

"Cuma kurang tahu saya apa nama kegiatan yang dihadiri itu,"kata Edy Zakwan.

Sementara itu ketika hendak dikonfirmasi melalui telepon selulernya nomor Syarifah Alawiyah tidak aktif-aktif. Syarifah merupakan salah satu pejabat baru yang belum lama dilantik. Dulunya ia merupakan Kepala Badan Ketahanan Pangan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved