Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan akan Pamerkan 125 Lukisan

Xu Qingzai merupakan seniman lukis dan kaligrafi yang dilahirkan di Bagansiapi-api tahun 1994.

Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan akan Pamerkan 125 Lukisan
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Para Pengurus Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan berfoto bersama saat berkunjung ke Kantor Harian Tribun Medan, Kamis (28/3/2019). Perguruan Buddis Bodhicitta Medan akan menggelar Pameran Lukisan dan Kaligrafi April mendatang 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Untuk pertama kalinya, Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan akan pamerkan 125 lukisan dan kaligrafi.

Bertemakan Merawat Warisan Seni dalam Bingkasi Lukisan dan Kaligrafi, kegiatan akan berlangsung selama dua hari, (06-07 April 2019) di Aula Perguruan Bodhhis.

"Sekolah Boddhicitta adalah yayasan pendidikan yang satu-satunya sekolah Buddhis yang ada di Kota Medan. Kita akan mengadakan suatu pameran kaligrafi dan lukisan untuk melestarikan budaya yang sudah dilupakan orang. Karena budaya begitu pentingnya. Melestarikan budaya begitu bagus agar peradaban kebudayaan terutama yang diwariskan oleh para pendahulu kita jangan hilang," kata Ketua Panitia Ir Sutopo dalam kunjungan ke Kantor Tribun Medan, Kamis (28/3/2019).

Pameran tunggal ini, katanya adalah hasil karya Xu Qingzai bersama muridnya. Xu Qingzai merupakan seniman lukis dan kaligrafi yang dilahirkan di Bagansiapi-api tahun 1994.

"Beliau ini memiliki berbagai pretasi dalam bidang melukis. Beliau kerap diundang mengikuti pameran lukisan di dalam dan luar negeri seperti di Jakarta dan Taiwan," jelasnya.

Hal ini yang harus digugah ke masyarakat Medan. Dalam karyanya, ada unsur ke-Idonesia-an yang tetap diutamakan dan ditekankan. Banyaknya lukisan yang sudah dilihat orang di berbagai negara, menunjukkan bahwa Indonesia penting untuk diketahui oleh khalayak ramai.

Pendiri Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan Biksu Nyanaprathama Mahasthavira yang turut hadir mengatakan kegiatan ini sebagai pengembangan seni budaya yang seharusnya dari dulu sudah dipelajari.

"Bagaimana perkembangan otak kanan dan kiri bisa seimbang. Meningkatkan kualitas diri si anak teraebut. Apa yang ada pada beliau (pelukis) bisa dibagi pada semua khalayak, diwariskan dan memungkinan membuka kelas bagi siapa yang mau belajar," terangnya.

Kegiatan ini perlu diberitakan agar orang-orang tidak melupakan warisan leluhur dan dunia. Dari sini, kita bisa belajar bagaimana meningkatkan kualitas diri dan memberikan informasi kepada banyak orang kalau kita memiliki banyak pelukis yang luar biasa.

"Nantinya masyarakat bisa lebih mencintai bangsa kita. Hal-hal positif bisa kita kembangkan lebih baik. Hal ini juga sebagai pengembangan diri melalui jalur pendidikan dari non akademik," katanya

Perguruan Buddhis Bodhicitta juga bertekad akan ada pameran lain dan sekolah bisa menjadi pusat penggerak kebudayaan.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved