Inovasi dari Kulit Kemiri, Mahasiswa USU Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasinya di kancah Internasional.

Inovasi dari Kulit Kemiri, Mahasiswa USU Harumkan Indonesia di Kancah Internasional
Istimewa
Tim Schneider USU berhasil meraih medali emas 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative technologies Archimedes yang di gelar di Moscow 

TRIBUN-MEDAN.com - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasinya di kancah Internasional. 

Jika sebelumnya terdapat  Tim Schneider USU berhasil meraih medali emas dalam festival yang berlangsung di California, Amerika Serikat, kali ini Adalah Winelda Mahfud Zaidan Haris dari fakultas Kedokteran Gigi stambuk 2015 dan Wahid Nurhayat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) stambuk 2017, berhasil memboyong 3 mendali emas dan 1 piala spesial award dari pemerintahan Rusia. 

Winelda Mahfud Zaidan Haris yang akrab dipanggil wiwin bercerita bagaimana awal mula mereka memutuskan untuk ikut berkompetisi. 

“Awalnya kami mencari di internet mengenai kegiatan-kegiatan bisnis yang bisa diikuti, dan bertemulah dengan 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative technologies Archimedes yang di gelar di Moscow, Rusia awalnya kami submit proposal, baik itu bisnis plan, desain dari proposal kami, untuk dipresentasikan di Moskow Rusia tepatnya di Salvonickey,” tuturnya

Wiwin mengaku bahwa inovasi ini memiliki umur yang sudah cukup lama. “Mengenai persiapan yang kami buat,  sebenarnya inovasi yang kami bawa ini risetnya sudah lama dipersiapkan kurang lebih 3 tahun,  dan memang sudah pernah kami ikutkan dibeberapa lomba bisnis maupun pendanaan angel investor, tujuan kami ingin buat jadi startup pertama di Sumatera Utara terkhusus di Universitas Sumatera Utara,” ujarnya

Wiwin mengatakan yang diperlombakan adalah inovasi tehnologi material maju sehingga inovasi yang dibutuhkan adalah sebuath inovasi yang efektif. 

“Jadi, disini kami membawa pengganti asbestos kanvas rem,  kami ganti asbestos ini dengan salah satu bahan natural atau organik yang tersedia banyak di Indonesia. Pertama adalah pengganti asbestos yang kami bawa ini, yang salah satunya merupakan kulit kemiri, dan hal ini masih jarang dan hampir tidak ada yang mengkaitkan dengan kanvas rem, karena masih orisinil dan juri juga merasa ini sudah capable dan memang karena kami juga sudah beberapa kali memenangkan dan sekarang sedang bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang ingin mengimplementasikan atau menjual ke market, sehingga mungkin dengan beberapa perhitungan tersebut membuat kami mendapatkan tiga gold madle dan satu piala persembahan dari kementrian Rusia,” ujarnya

Alat yang mereka ciptakan merupakan suatu inovasi terbaru yang menggunakan bahan organi. 

“Inovasi yang kami ciptakan ini adalah kanvas rem organic yang terbuat dari kemiri, kanpas rem ini memang menggantikan kanpas rem konfensional yang biasanya menggunakan asbestos sebagai bahan utamanya, dan keuntungannya adalah life time, atau daya tahan dari ampas rem ini dua kali lipat lebih baik dari pada kanvas rem konvensional yang terbuat dari asbestos, Kemudian inovasi ini tidak memiliki dampak negatif kepada si pengguna ataupun yang tidak menggunakan. Jika dibandingkan dengan asbestos yang berdasarkan penelian, bisa menyebabkan lung cancer dan penyakit lainnya yang sangat berbahaya untuk kesehatan, tentu saja inovasi ini menjadi pilihan yang tepat,” tuturnya

Menurut penuturan Wiwin, perlombaan ini diikuti kurang oleh kurang lebih 40 sampai 50 negara. “Kalau jumlah inovasinya berkisar ribuan, kalau tahun lalu ada sekitar 22 negara yang ikut, dan seribu seratus inovasi,” ujarnya

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved