TRIBUNWIKI: Lima Spot Swafoto di Istana Maimun (Istana Ma’moen)

lima spot berswafoto di Istana Ma’moen yang memiliki cerita sejarahnya.

TRIBUNWIKI: Lima Spot Swafoto di Istana Maimun (Istana Ma’moen)
Tribun Medan/Hendrik Fernandes
Istana Maimun Medan 

Laporan Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN.com - Kemajemukan budaya yang ada di Indonesia membuat negara tersebut kaya dengan peninggalan sejarah kebudayaannya masing-masing.

Setiap provinsi yang memiliki kabupaten kota juga memiliki peninggalan sejarah kebudayaannya masing-masing dan menjadi suatu ikon daerah tersebut.

Seperti halnya di Provinsi Sumatera Utara tepatnya Kota Medan dengan Istana Ma’moen (Istana maimun).

Istana Ma’moen merupakan peninggalan Istana kerajaan Kesultanan Deli di Kota Medan. Istana ini juga merupakan ikon Kota Medan yang wajib diketahui seluruh pengunjung atau wisatawan dunia. Istana Ma’moen ini terletak di Jalan Brigadir Jendral Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Ma’moen.

Di dalam sejarahnya, Istana Ma’moen didirikan oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid dan didesain oleh artsitek Italia. Pembangunan tersebut dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana tersebut memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan memiliki 30 ruangan. Istana Ma’moen ini terdiri dari dua lantai dan memiliki tiga bagian yaitu bangunan Induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.

Bangunan Istana tersebut menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Kota Medan. Istana Ma’moen juga menjadi tujuan wisatawan luar kota maupun dalam kota. Hal ini karena usianya yang tua, bersejarah serta desain interiornya yang unik. Baik desain yang memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.

Akan tetapi ada yang wajib diketahui oleh wistawan yang berkunjung ke Istana Ma’moen, yaitu lima spot berswafoto di Istana Ma’moen yang memiliki cerita sejarahnya. Simaklah lima spot berswafoto di Istana Ma’moen yang memiliki cerita sejarah sebagai berikut.

1.      Balai Room Sri Istana Ma’moen

Kepala Bidang SDM Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Dicky, mengatakan sebenarnya Istana Ma’moen dibangun diperuntukan sebagai Istana Kerajaan untuk tempat menerima tamu, tempat mengadakan kegiatan Kesultanan.

Halaman
1234
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved