Jalan Kabupaten di Dairi Rentan Rusak, Kadis PU Sebut Anggaran Pemeliharaan Jalan 2019 Rp 10,6 M

Dinas PU Dairi mengadakan 19 paket pengaspalan jalan lapen dengan nilai anggaran sebesar Rp6 miliar lebih.

Jalan Kabupaten di Dairi Rentan Rusak, Kadis PU Sebut Anggaran Pemeliharaan Jalan 2019 Rp 10,6 M
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Sebuah mobil melintas di ruas jalan yang ambles sebagian di Desa Sopobutar, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, baru-baru ini. Kondisi jalan tersebut beresiko membahayakan pengguna jalan. Pemerintah diharap segera memperbaikinya. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Pada tahun 2019 ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Dairi mengadakan delapan paket pekerjaan peningkatan ruas jalan kabupaten dari lapen ke hotmix dengan pagu dana bernilai Rp 56 Miliar lebih.

Kepala Dinas PU Dairi Lasma Duma L Tobing mengungkapkan, delapan paket dimaksud terbagi atas lima paket pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler, kemudian satu paket dari DAK Penugasan, dan dua paket lagi dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Lima paket DAK Reguler itu, yakni ruas jalan Sidikalang – Lae Pinang, kemudian Sidikalang – Pancuran – Panji Sigura-gura, kemudian Lae Panginuman –Sopobutar, kemudian Jumateguh –Bunturaja, dan terakhir Bunturaja – Pardamean.

Selanjutnya, untuk DAK Penugasan, yaitu ruas jalan Silalahi menuju Binangara, dan untuk DAU, yakni lanjutan Batuerdan – Rambahserit serta Tigalingga –Soban.

"Untuk panjangnya, masih belum diketahui, sebab perencanaan belum disusun," ujar Lasma saat ditemui di kantornya, Senin (1/4/2019).

Selain peningkatan ruas jalan, pada tahun ini juga, lanjut Lasma, Dinas PU Dairi mengadakan 19 paket pengaspalan jalan lapen dengan nilai anggaran sebesar Rp6 miliar lebih.

Kemudian, pembangunan dua unit jembatan senilai Rp2,2 miliar, masing-masing di Desa Lae Itam, Kecamatan Siempat Nempu Hilir dan di Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Pungga-pungga.

Selanjutnya, rehabilitasi/pemeliharaan jalan sebanyak 35 ruas, dengan nominal Rp10,6 miliar.

Dikatakan Lasma, pada tahun ini tidak ada kegiatan pembukaan jalan baru, sebab semenjak adanya program Dana Desa, kegiatan pembukaan badan jalan di pedesaan dipegang oleh desa.

Dinas Pekerjaan Umum fokus menangani jalan kabupaten penghubung antar kecamatan.

Selain alasan itu, sambung Lasma, pembukaan jalan kabupaten baru, terutama untuk daerah yang jauh dari ibukota kabupaten seperti Kecamatan Gunung Sitember dan Kecamatan Tanah Pinem, terasa merugikan, sebab rentan rusak kembali.

Hal itu disebabkan kondisi tanah di hampir semua kecamatan di Dairi gembur alias labil.

Anggaran pemeliharaan jalan, yang setiap tahun dikucurkan untuk memperbaiki titik-titik yang rusak, tetap tak berdaya membuat kualitas seluruh jalan kabupaten tetap terjaga.

"Di sana labil tanahnya. Diaspal pun, ketika musim penghujan datang, tetap akan rusak kembali. Sebaiknya memang cor beton jalan di sana. Namun itu butuh dana besar," ungkap Lasma.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved