Pelajar MAN 3 Medan Harus Terobos Banjir Halaman Sekolah Sendiri Untuk Ikuti UNBK

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA dan MA dimulai Senin (1/4/2019), serentak seluruh Indonesia.

Pelajar MAN 3 Medan Harus Terobos Banjir Halaman Sekolah Sendiri Untuk Ikuti UNBK
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Genangan banjir di halaman sekolah, menyulitkan kedatangan para pelajar MAN 3 Medan untuk melaksanakan UNBK pada Senin (1/4/2019) pagi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA dan MAN dimulai Senin (1/4/2019), serentak seluruh Indonesia. 

Namun ada pemandangan yang mengganjal di MAN 3 Medan. Pagi itu, Sekolah yang terletak di Jalan Pertahanan, Patumbak, Deliserdang ini tergenang banjir.

Banjir yang terjadi di halaman sekolah milik Kementerian Agama ini terlihat cukup luas, sehingga salah satu murid perempuan berinisal S mengaku harus hati-hati menuju ruang kelasnya.

"Hati-hati aja bang, udah biasa halaman sekolah ini kebanjiran. Kalau naik kereta (sepeda motor) angkat kaki. Yang parah kan kalau jalan kaki mesti milih milih jalan. Silap bisa kejeblos lobang, basah baju mau UN," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (1/4/2019).

Kepada Tribun, siswi kelas 3 MA yang sedang menempuh UNBK ini mengatakan saat hujan deras, halaman sekolahnya kerap banjir. Pemandangan itu menurutnya bukan masalah baru. "Kadang bahaya juga bang. Tapi karena sudah biasa, mau kayak mana lagi," ujarnya kembali

Ia mengaku UNBK yang ia hadapi di hari pertama ini dilaksanakan secara jujur. Soal tudingan adanya kertas jawaban yang bocor, S menampiknya. "Enggak ada kopekan. Belajar sendiri bang. Bisa kok," singkatnya.

Amatan Tribun Medan di lokasi, banjir yang menggenangi halaman MAN 3 Medan sekira pukul 08.00 WIB mulai surut. Berkurangnya genangan air di halaman sekolah tampak memudahkan aktivitas sekolah.

Terpisah upaya Tribun Medan mengonfirmasi proses pelaksanaan UNBK di MAN 3 Medan tak berbuah hasil. Pimpinan sekolah baik Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah tampaknya menutup pintu rapat-rapat. Keduanya mengaku sibuk.

Salah seorang pegawai Tata Usaha (TU) Ginda Harahap menyampaikan pimpinannya tidak bisa menerima wawancara wartawan. Ia hanya menjelaskan dengan secarik kertas bahwa jumlah siswa siswi yang melaksanakan UNBK berjumlah 313 orang.

"Ini lah angka-angkanya. Kita buat sampai tiga sesi, sesi pertama 103 orang, sesi kedua 103 dan sesi ketiga itu 107 orang. Setiap seksi kita manfaatkan tiga ruang kelas dengan komputer yang ada," ujar Ginda.

Lanjut Ginda, sejauh ini belum ada kendala dalam pelaksanaan UNBK. Jika terjadi mati lampu, pihak sekolah telah menyiapkan genset. "Kalau pun kecurangan sudah enggak ada ya bang. Semuanya dilaksanakan transparan. Ada personel dari Bhabinkamtibmas yang ikut mengawasi," katanya.

Tak hanya tidak menerima wawancara wartawan, pihak MAN 3 Medan pun melarang mengambil gambar proses UNBK para siswanya. Adapun alasannya pihak sekolah berdalih mengganggu ujian.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved