Ujian Nasional

Pelajar SMAN 2 Medan Dijemput Guru dari Rumahnya karena Terlambat UNBK, Ketiduran karena Alarm Mati

Seorang siswa SMAN 2 Medan tidak berada di ruang ujian. Seharusnya, seluruh peserta ujian harus berada di ruang ujian 15 menit sebelum ujian dimulai.

Pelajar SMAN 2 Medan Dijemput Guru dari Rumahnya karena Terlambat UNBK, Ketiduran karena Alarm Mati
Tribun Medan / Dohu Lase
Pelajar SMAN 2 Medan Dijemput Guru dari Rumahnya karena Terlambat UNBK, Ketiduran karena Alarm Mati. 11 murid SMAN 2 Medan berprestasi, yang pernah tampil di kancah nasional dan internasional, berfoto bersama di Taman Literasi SMAN 2 Medan, Kamis (17/1/2019). Ke-11 murid ini (dari kiri ke kanan), yakni Annisa Ananda, Syafirah Azzahra, Rahmi Namira, Pesta Rameria br Simanjuntak, Jessica Margaretha Meha, Naufal Ramadhan, M Hidayat Apriansyah, Tampan Alghaffar Tampubolon, Chandra Sasmito, M Fahmi Abdillah, dan M Anugrah Winanda. 

Pelajar SMAN 2 Medan Dijemput Guru dari Rumahnya karena Terlambat UNBK, Ketiduran karena Alarm Mati

TRIBUN-MEDAN.com- Ada kejadian unik pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA/MA 2019 di Kota Medan.

Seorang siswa SMAN 2 Medan tidak berada di ruang ujian. Seharusnya, seluruh peserta ujian harus berada di ruang ujian 15 menit sebelum ujian dimulai.

Namun, siswi yang belakangan diketahui bernama Agita Adelia kelas 3 MIPA 4 SMAN 2 Medan ditemukan tidak bersama teman-temannya yang sesat itu akan segera mengikuti ujian. Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul 07.15 WIB.

Kejadian ini membuat para guru sekaligus pengawas ujian mendadak heboh mengetahui peserta ujian kurang satu orang.

Atas dasar kepedulian, Kepala Sekolah SMAN 2 Medan Buang Agus merasa prihatin dan kemudian memerintahkan guru agar segera mengetahui apa yang terjadi terhadap siswinya itu.

"Yang terlambat ini karena telat bangun. Manusiawi juga. Kami jemput dia dengan mendatangi ke rumahnya yang kebetulan dekat sekolah. Dia dibangunkan dan akhirnya datang bersama orangtuanya," kata Buang kepada Tribun Medan, Senin (1/4/2019).

Tinjau UNBK di SMAN 1 Medan Gubernur Edy Rahmayadi Janjikan Pelajar Prestasi Belajar ke Jepang

Tinjau UNBK, Gubernur Edy Pengin Tahu Peringkat Pendidikan Sumut se-Nasional, TONTON VIDEO. .

Pembunuh Biduan Lisa Menyerahkan Diri Setelah Dikejar Polisi, Ajak Korban Keluar Kafe untuk Kencan

AKHIRNYA Relawan Pasangan Capres-Cawapres Nurhadi-Aldo Resmi Mengundurkan Diri, Ini Alasannya!

Kini Tangani Kasus Firza Husein, Yusril Ihza Mahendra Akan Upayakan Dapat SP3

Buang menilai, walaupun siswinya yang terlambat, tapi keterlambatannya tidak mengurangi waktu dia untuk mengerjakan soal dan masih bisa ditoleransi.

"Dia nangis dan bilang alarmnya enggak bunyi. Kami proaktiflah kan kasihan enggak ujian. Pagi itu, orangtuanya memang menunaikan Salat Subuh dan memutuskan tidur lagi. Namun, ia tidak menyadari bahwa hari ini merupakan hari pertama anaknya mengikuti UNBK," ucapnya.

"Ya, beginilah tugas dan kepedulian kami terhadap para siswa. Kami enggak ingin ada yang terlambat atau tidak mengikuti ujian. Apalagi ini merupakan hari pertama ujian," ujarnya lagi.

2 Mahasiswa Menyerah Bertahan Hidup di Hutan, Kerap Pingsan karena Kelaparan hingga Tertebas Parang

Guru Asal Medan Ajarkan Muridnya Gitar Pakai Lagu All I Want, Direspons Kodaline hingga Dapat Hadiah

Pria Sepuh Pemilik Revolver Tertangkap Tangan saat Hendak Jual Senjata Api, Terancam Hukuman Mati

Halaman
1234
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved