Perjuangkan Tanah Leluhur, Warga Dua Desa Duduki Aset PT Bakrie Sumatera Plantations

Tapi yang kami heran kenapa malah tanah leluhur kami ini jatuh ke tangan pihak swasta atau perusahaan. Jadi kami ingin tanah leluhur kami ini kembali

Perjuangkan Tanah Leluhur, Warga Dua Desa Duduki Aset PT Bakrie Sumatera Plantations
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Warga Desa Merdeka dan Desa Gongsol, menduduki lahan yang saat ini digunakan oleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Belasan orang yang berasal dari Desa Merdeka dan Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, menduduki lahan yang saat ini digunakan oleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

Pasalnya, mereka menduga perusahaan tersebut telah mengambil hak tanah adat, atau yang disebut ulayat.

Menurut ketua aksi, Setori Ginting Manik, tanah leluhur tersebut sudah dikuasai oleh perusahaan perkebunan itu sejak lama.

Dirinya menyebutkan, menurut sejarahnya tanah tersebut pernah disewa oleh Belanda pada tahun 1917. Kemudian, setelah Belanda hengkang dari Kabupaten Karo, tanah dan bangunan yang ada di sana dikembalikan lagi Ke ahli waris.

"Tapi yang kami heran kenapa malah tanah leluhur kami ini jatuh ke tangan pihak swasta atau perusahaan. Jadi kami ingin tanah leluhur kami ini kembali ke masyarakat," ujar Setori, Senin (1/4/2019).

Dirinya mengungkapkan, pergerakan yang mereka lakukan dinamakan perjuangan reformasi. Pasalnya, aksi yang mereka lakukan tersebut bertujuan untuk kepentingan merebut kembali hak tanah dari leluhur mereka.

Setori menyebutkan, di Desa Gongsol sejak Indonesia merdeka hingga saat ini belum pernah ada bangunan sekolah dan fasilitas kesehatan. Dirinya mengaku, jika mereka berhasil merebut tanah dan bangunan yang ada di sana, akan digunakan menjadi fasilitas umum.

"Rencana kami bangunan yang ada bukan untuk dirusak. Tetap dijaga kelestariannya sebagai bangunan bersejarah, hanya saja dialihfungsikan menjadi sekolah dan Puskesmas," ucapnya.

Diketahui, luas tanah yang diduga menjadi tanah adat itu sekitar 9.000 meter persegi. Dan di atasnya, terdapat dua bangunan yang dijadikan mess dan bungalow.

Pada aksi kali itu, para pendemo membawa spanduk yang di dalamnya bertuliskan meminta bantuan kepada Presiden untuk membantu memperjuangkan hak tanah adat tersebut.

Kepala Desa Gongsol Syahmidun Sitepu, menyebutkan beberapa waktu lalu pihaknya bersama Camat Merdeka sempat menyurati PT Bakrie Sumatera Plantations. Isi surat tersebut, meminta kepada perusahaan tersebut untuk menghibahkan tanah tersebut ke masyarakat.

"Bahkan ke bapak Bupati Karo juga sudah kami surati. Tapi permohonan kami belum juga mendapatkan jawaban pasti," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved