KPU Kota Medan Kembali Buka Pelayanan Form A5

Setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 20/PUU-XVII/2019 dan Surat Edaran (SE) Komisi Pemilihan Umum (KPU)

KPU Kota Medan Kembali Buka Pelayanan Form A5
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Komisioner KPU Kota Medan, Nana Miranti. Nana mengungkapkan pihaknya telah membagi zona dan waktu kampanye dalam bentuk rapat umum bagi peserta pemilu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 20/PUU-XVII/2019 dan Surat Edaran (SE) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor 577 per tanggal 29 Maret 2019.

KPU Kota Medan kembali membuka pelayanan pengurusan surat pemberitahuan pindah memilih (Form A.5-KPU) mulai 1 April hingga 10 April 2019.

Komisioner KPU Kota Medan Divisi Program, Data dan Informasi, Nana Miranti mengatakan bahwa setelah putusan MK itu, mulai Senin kemarin jika masih ada pemilih yang ingin mengurus Form A.5-KPU, sudah bisa mereka layani.

"Untuk batas akhir pengurusan Form A.5-KPU itu juga sesuai dengan putusan MK dan SE KPU RI yaitu 7 hari sebelum hari pemungutan suara atau 10 April 2019, hingga pukul 16.00 WIB," kata Nana, Selasa (2/4/2019).

Nana menuturkan sesuai putusan MK dan SE KPU RI untuk pegurusan surat pindah memilih ini, pihaknya hanya mengakomodir pemilih dengan keadaan tertentu. 

Yaitu keadaan tidak terduga diluar kemampuan dan kemauan pemilih karena sakit, tertimpa bencana alam, menjadi tahanan karena melakukan tindak pidana atau menjalankan tugas pada saat pemungutan suara.

"Hanya empat alasan pindah memilih yang dapat dikeluarkan Form A.5-KPU, sedang alasan untuk diluar empat kategori ini sampai sekarang pengurusan A.5-KPUnya belum dapat kami layani," ujar Nana.

Lebih lanjut, Nana menjelaskan bahwa pengurusan surat pemberitahuan pindah memilih sebelum 17 Maret 2019 lalu sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 37 Tahun 2018 perubahan PKPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 dijelaskan kondisi tertentu yang membuat Pemilih yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk dapat menggunakan hak pilihnya di TPS lain. Yaitu karena menjalankan tugas, menjalankan rawat inap di Rumah Sakit atau Puskesmas, penyandang disabilitas di panti sosial, menjalankan rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan, tugas belajar atau menempuh pendidikan, pindah domisili, tertimpa bencana, dan bekerja di luar domisilinya.

"Berdasarkan PKPU 37/2018 ada sembilan alasan pindah memilih yang dapat kita keluarkan A.5-KPUnya, tapi kalau yang sekarang hanya ada empat. Ini yang harus diinformasikan juga kepada masyarakat," terang Nana.

Masih kata Nana, untuk pengurusan surat pemberitahuan pindah memilih ini, KPU Kota Medan juga mengharapkan agar masyarakat dapat membawa administrasi pendukung berupa bukti sudah terdaftar dalam DPT dalam bentuk hard copy, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, dan bukti jika pemilih benar masuk kedalam empat kondisi tertentu sesuai dengan putusan MK dan SE KPU RI.

"Kalau ada pemilih yang urus A.5-KPU karena alasan bekerja, maka kami minta lampiran surat tugas dari intansi terkait untuk mendukung pernyataan yang bersangkutan," jelas Nana.

Untuk diketahui, sampai saat ini KPU Medan mencatat ada sebanyak 18.183 pemilih yang masuk ke dalam kategori pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Dimana, 7.894 pemilih DPTb masuk yaitu pemilih dari luar Kota Medan yang akan memilih di Kota Medan dan 10.289 pemilih DPTb keluar yaitu pemilih Kota Medan yang akan memilih keluar kota Medan pada 17 April 2019.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved