102 Lukisan dan Kaligrafi Dipamerkan, Seni yang Harus Dijaga dan Dilestarikan

Banyak orang mempercayai budaya pepatah Tionghoa yang mengatakan kata-kata mewakili karakter seseorang dan buku mewakili gambaran hati.

102 Lukisan dan Kaligrafi Dipamerkan, Seni yang Harus Dijaga dan Dilestarikan
Tribun-Medan / Nanda Rizka Nasution
Pengunjung saat melihat Pameran Lukisan dan Kaligrafi di Perguruan Buddhis Bodhicitta Jalan Selam No 39-41, Kota Medan, Sabtu (6/4/2019). 

"Dari seni dan budaya yang lintas agama ini, kita bangkitkan kembali budaya seni ini agar kita sama-sama menikmati, agar budaya gotong rotong kita bina kembali," katanya.

Pameran tunggal ini, katanya adalah hasil karya Xu Qingzai bersama muridnya. Xu Qingzai merupakan seniman lukis dan kaligrafi yang dilahirkan di Bagansiapi-api tahun 1994.

"Beliau ini memiliki berbagai pretasi dalam bidang melukis. Beliau kerap diundang mengikuti pameran lukisan di dalam dan luar negeri seperti di Jakarta dan Taiwan," ungkapnya.

Selain itu, Xu Qingzai adalah seseorang yang multi talenta. Selain melukis, ia bisa kaligrafi dan seni menggunting wajah menjadi sebuah siluet.

"Harapannya setelah ini beliau bisa mengajarkan kita. Mungkin bisa mengajarkan anak-anak sekolah di Bodhicitta. Bukan hanya pameran, harapannya yayasan tidak hanya sebagai tempat pendidikan, tetapi tempat budaya dan seni di Sumatera Utara. Bisa mendatangkan manfaat bagi kita di kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Sementara pendiri Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan Biksu Nyanaprathama Mahasthavira mengatakan bahwa seni itu tidak ada batasnya. Seni melampaui agama dan suku sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Seni adalah hubungan batin antara kita dengan apa yang kita lihat dan seni adalah kehidupan itu sendiri.

"Pameran ini adalah pameran Guru dan murid. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa guru kita mungkin tidak mampu berkarya. Guru tanpa murid tidak bisa berkelanjutan. Artinya, pendidikan bisa berkelanjutan sehingga mampu untuk membawa generasi kita multi talenta dan pendidikan tidak hanya monoton, tetapi juga bisa mengembangkan seni yang merupakan sifat dasar. Semua orang memiliki seni dan kreatifitas," katanya.

Semoga kita bisa menjadi satu kesatuan. Sehinga ke depan bisa mengembangkan bangsa kita ke arah yang lebih baik, tambahnya.

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved