Menikmati Pemandangan Indah Danau Toba dari Buble Tent, Fasilitas Menarik di Sibisa

Berdirinya Bubble Tent membuat destinasi super prioritas Danau Toba semakin keren di Kaldera Toba, Sibisa, Tobasa

Menikmati Pemandangan Indah Danau Toba dari Buble Tent, Fasilitas Menarik di Sibisa
Istimewa
Bubble Tent membuat destinasi super prioritas Danau Toba semakin keren 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIGAPITON - Berdirinya Bubble Tent membuat destinasi super prioritas Danau Toba semakin keren di Kaldera Toba, Sibisa, Tobasa. 

Wilayah Amenitas jenis Bubble Tent ini terbilang baru di Indonesia, bakan satu-satunya di Sumatera hanya ada di Sibisa, Sibisa. 

Amenitas jenis Bubble Tent ini terbilang baru di Indonesia. Belum banyak destinasi wisata Indonesia yang membangun amenitas jenis ini.

Ketua Tim Percepatan Nomadic Tourism Kementerian Pariwisata, Waizly Darwin, juga mengakui hal itu. Menurutnya, di Indonesia Bubble Tent baru ada di Uluwatu dan Ubud. Keduanya berada di Bali.

“Bubble Tent adalah amenitas yang mudah diterapkan di nomadic tourism. Keunggulannya adalah bisa dipindah. Tapi kenyamanan yang ditawarkan sangat luar biasa. Bubble Tent bisa diterapkan disejumlah destinasi Indonesia,” tutur Waizly.

Dijelaskannya, Bubble Tent yang berdiri di The Kaldera adalah yang pertama di Pulau Sumatera. 

“The Kaldera sangat beruntung bisa memiliki Bubble Tent. Karena, belum banyak diterapkan. The Kaldera adalah lokasi pertama Bubble Tent di Sumatera. Dan ini akan melengkapi amenitas di The Kaldera,” paparnya.

Di The Kaldera, posisi Bubble Tent berada di ketinggian. Dari sana, para pengunjung bisa menikmati keindahan Danau Toba secara jelas. 

Apalagi, ada pemandangan Desa Wisata Sigapiton di sana. Bubble Tent akan menjadi salah satu lokasi dengan view terindah di The Kaldera.

Selain Bubble Tent, The Kaldera juga memiliki fasilitas lain yang tidak kalah keren. Ada Bell Tent, Amphitheater, The Kaldera Hill, dan masih banyak lagi.

Secara global, pengunjung destinasi nomadic terbagi dalam 3 kategori. Pertama adalah glam packer, yaitu anak muda yang suka mengembara. Kedua, luxury packer, yaitu wisatawan yang suka fasilitas mewah. Serta digital nomadic, yaitu pekerja lepas yang memanfaatkan teknologi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat.

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved