Jogja Mandiri Expo 2019 Banjir Peminat, Batik dan Jamu Jadi Produk Andalan Pameran

Pameran menjadi salah satu cara untuk mengenalkan produk kepada calon pelanggan satu diantaranya Jogja Mandiri Expo 2019.

Jogja Mandiri Expo 2019 Banjir Peminat, Batik dan Jamu Jadi Produk Andalan Pameran
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Jogja Mandiri Expo 2019 berlangsung sejak tanggal 3 April 2019 di Manhattan Times Square. Seperti judulnya di pameran ini banyak ditampilkan barang-barang khas Jogjakarta. Seperti kain batik, bakpia, hingga jamu 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pameran menjadi salah satu cara untuk mengenalkan produk kepada calon pelanggan. Salah satu pameran yang baru terselenggara adalah Jogja Mandiri Expo 2019.

Acara ini berlangsung sejak tanggal 3 April 2019 di Manhattan Times Square. Seperti judulnya di pameran ini banyak ditampilkan barang-barang khas Jogjakarta. Seperti kain batik, bakpia, hingga jamu.

Sekretaris Dinas Koprasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja, Tyasning Handayani Shanti saat ditemui pada penutupan pameran ini mengatakan antusias masyarakat Medan sangat tinggi terhadap pameran ini.

"Kita memandang Kota Medan cukup potensial untuk kita mengadakan pameran. Kita menggelar Jogja Mandiri Expo setiap tahun, dan tidak selalu di Medan. Tahun kemarin di Makassar, sebelumnya di Banjarmasin dan ini pertama kali di Medan," ujar Tyasning, Minggu (7/4/2019)

Ia menambahkan, setiap tahun Jogja Mandiri Expo diselenggarakan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain dengan tujuan memperkenalkan UKM-UKM yang ada di Jogja ke seluruh Indonesia.

"Dari laporan teman-teman pelaku usaha antusiasme masyarakat cukup bagus, sehingga tidak hanya berhenti di sini. Tujuan utama pameran ini bukan untuk menjual tetapi untuk memperkenalkan sehingga kedepannya ada tindak lanjut," ujarnya.

Tindak lanjut yang diharapkan adalah berupa terjalinnya kerjasama antara pelaku usaha dan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melakukan pemesanan meski pameran ini telah selesai.

"Ada 35 UKM yang diberangkatkan. Di sini totalnya ada 40 stand. Lima lagi merupakan UKM dari Medan. Di sini ada batik, eco print, bakpia, wingko, minuman tradisional Jogja juga ada, banyaklah macamnya," katanya.

Salah satu stand yang mengaku sudah memperoleh banyak pesanan adalah Savitri Collection Yogjakarta. Sang pemilik, Enti megatakan ia menjual mukenah, tas batik, tas kulit, rajutan, dan aksesoris lainnya.

Harga yang dipatok Enti bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu untuk gantungan kunci dan dompet kecil hingga Rp 500 ribu untuk tas kulit.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved