Cerita Sandi Rintis Usaha di Tengah Krisis Ekonomi, 'Alhamdulillah, dari 3 Jadi 30 Ribu Karyawan'

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi keynote speaker di ajang Medan Young Entrepreneur Summit (YES)

Cerita Sandi Rintis Usaha di Tengah Krisis Ekonomi, 'Alhamdulillah, dari 3 Jadi 30 Ribu Karyawan'
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Sandiaga Uno menjadi keynote speaker pada ajang Medan Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Pardede Hall, Minggu, (7/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi keynote speaker di ajang Medan Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Pardede Hall, Medan, Minggu (7/4/2019).

Sandiaga mengatakan seorang entrepreneur itu tidak pernah menunggu kesempatan. 

Kesempatan itu harus dikejar karena kesempatan itu tidak pernah menghampiri dua kali.

"Kesempatan itu harus dicari karena kita tidak pernah tahu bahwa yang terbaik akan hadir sebelum kita mencoba. Kesempatan itu harus diciptakan karena tidak ada yang lebih baik dibandingkan sebuah usaha yang kita bangun dengan fashion sejak awal," ucapnya.

Diakui Sandiaga, ia tidak pernah bosan untuk berbagi inspirasi tentang usaha. Dalam memulai usahanya, kata Sandiaga kesempatan menjadi barang yang sangat langka.

"Fashion saya adalah wirausaha untuk itu, saya membuka bidang usaha yang saya tekuni yaitu bidang usaha berkaitan dengan keuangan dan investasi. Alhamdulillah dari hanya perusahaan kecil konsultan keuangan berkembang menjadi perusahaan pengelola investasi salah satu yang terbesar di Indonesia dari tiga karyawan menjadi 30 ribu karyawan," ujarnya.

Pada tahun 1997 Sandiaga Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan. 

"Coba bayangkan teman-teman di tengah krisis ekonomi tahun 1997, saya mulai usaha. Seandainya pada saat itu saya hanya menunggu kesempatan yang tepat atau yang paling masuk akal. Saya menunggu krisis ekonomi selesai, mungkin saya tidak akan berdiri disini," ungkapnya.

"Butuh keberanian, ketekunan dan kesabaran untuk mengejar peluang serta keikhlasan untuk menerima apapun hasilnya dan yang terpenting jangan pernah menyerah sekuat apapun nasib menghempas kita," kata Sandiaga.

Menurutnya, seorang entrepreneur harus punya jiwa pemenang dan jangan kalah sebelum bertarung. 

Jangan pernah takut gagal karena kegagalan tidak akan membunuh seseorang pemenang tetapi sebaliknya memperkuat jiwa seseorang untuk menghadapi pertarungan berikutnya.

Sandiaga mengaku dulunya, saat ia memulai usaha, ia juga pernah merasakan kegagalan.

"Setiap pemenang pasti pernah merasakan kegagalan. Saat memulai usaha dulu juga, saya pernah gagal dan alhamdulillah berkat usaha keras kita bisa menjemput kemenangan. Karena seorang yang sukses mungkin 10 kali gagal, tapi bangkit 11 kali. Kalau teman-teman terus mencoba dan bangkit pasti bisa menjadi orang yang sukses," jelasnya.

Ia mengibaratkan kegagalan layaknya TTM atau teman terus memotivasi. "Saya juga ingin bahwa kegagalan itu tidak menghentikan teman-teman. Kegagalan itu TTM. Teman Terus Memotivasi itu adalah TTM," ucapnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved