Masuk Tim Polo Air Sumut Pertama Kalinya, Dwi Jitrada Afridoh Bertekad Bawa Lolos PraPON

Lolos seleksi dan masuk dalam tim polo air Sumut untuk PraPON 2019 menjadi kebanggaan tersendiri bagi atlet renang

Masuk Tim Polo Air Sumut Pertama Kalinya, Dwi Jitrada Afridoh Bertekad Bawa Lolos PraPON
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Dwi Jitrada Afridoh, atlet polo air Sumut (kiri). Peraih Medali Emas O2SN tahun 2007 di Cabor renang saat ini masuk dalam tim polo air Sumut untuk pra-PON 2019 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lolos seleksi dan masuk dalam tim polo air Sumut untuk PraPON 2019 menjadi kebanggaan tersendiri bagi atlet renang asal Siantar Dwi Jitrada Afridoh

Apalagi PraPON tahun ini di cabor polo air merupakan yang pertama baginya, dan jika lolos, maka itu juga menjadi kali pertama dirinya membela Sumut di PON Papua lewat polo air.

Kepada Tribun Medan, Atlet muda yang akrab disapa Dodo ini mengatakan, setelah terpilih masuk tim polo air Sumut, dia bertekad untuk bisa membawa tim polo air Sumut untuk lolos prakualifikasi PON yang rencananya digelar akhir tahun ini.

Saat ini, Dodo menuturkan, dirinya sudah rutin berlatih. Berposisi sebagai wing (sayap), Dodo mengatakan, selain teknik juga harus memiliki ketahanan fisik dan pernafasan. Apalagi saat dirinya bertanding di air. Karena itu untuk melatih ketahanan dirinya pun giat berlatih renang, lari hingga latihan beban.

"Latihan saja. Ya kalau aku banyak berenang saja karena posisi di wing juga kan. Jadi aku fokus ke latihan renang, lari, sama nge-gym untuk power," ujarnya saat dihubungi Tribun Medan, Senin (8/4/2019).

Menurut Dodo, selain stamina dan ketahanan fisik di air, kunci dalam pertandingan polo air juga adalah kerjasama tim.

Namun kata Dodo, dirinya yang berdomisili di Siantar masih lebih banyak berlatih sendiri. Pasalnya sebagian besar atlet berdomisili di Medan dan masih hanya beberapa kali bertemu langsung dengan seluruh tim untuk berlatih.

"Aku latihan di kolam renang Detis Sari Indah Siantar, masih latihan masing-masing saja. Kita latihan (bersama) agak kurang. Terakhir ketemu akhir bulan tiga kemarin," ungkap Mahasiswa manajemen universitas Simalungun Stambuk 2016 ini.

Lebih lanjut kata Atlet kelahiran 1997 ini, meski belum bisa maksimal untuk melatih kerjasama tim, namun dirinya tetap akan berlatih hingga nanti latihan intensif bersama tim sudah terjadwal. Dirinya pun bertekad untuk bisa memberikan semaksimal mungkin kemampuannya di PraPON tahun ini agar bisa ikut PON 2020 di Papua.

"Kalau dari PRSI nya bilang target dapat perunggu di PraPON. Cuma kalau lihat dari kemampuan kami sudah bisa masuk (PON) itu sudah bagus," kata Peraih Medali Emas O2SN tahun 2007 di Cabor renang ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved