Penumpang Kualanamu Anjlok 27,73 Persen, Tertinggi dari 5 Bandara Besar di Indonesia

Jumlah penerbangan domestik di Bandara Kualanamu pada Februari 2019 mengalami penurunan yang signifikan dibanding tahun lalu.

Penumpang Kualanamu Anjlok 27,73 Persen, Tertinggi dari 5 Bandara Besar di Indonesia
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Penumpang turun dari pesawat komersial saat landing di Bandara Kualanamu Sumut, beberapa waktu lalu. 

MEDAN, TRIBUN - Jumlah penerbangan domestik di Bandara Kualanamu pada Februari 2019 mengalami penurunan yang signifikan dibanding tahun lalu. Merosotnya jumlah penerbangan di bandara ini mencapai angka 29,17 persen dibandingkan Februari 2018.

BPS baru saja merilis data anjloknya penerbangan domestik di lima bandara besar Indonesia. Buntut dari masih tingginya harga tiket pesawat, penerbangan domestik turun drastis, berbeda dengan penerbangan keluar negeri.

BPS mencatat penumpang pesawat terbang rute domestik pada Februari 2019 sebanyak 5,63 juta, anjlok 15,46 persen dibandingkan Januari sebanyak 6,67 juta penumpang. Penurunan penumpang paling tajam terjadi di Bandara Kualanamu, Medan.

Data Februari menunjukkan penumpang rute domestik di Kualanamu hanya 198,9 ribu orang atau menurun 29,17 persen dibanding Januari 280,8 ribu orang. Dengan demikian, secara kumulatif, maka Kualanamu melayani penumpang domestik sebanyak 479,7 ribu orang sepanjang tahun ini. Jumlah ini juga anjlok 27,73 persen dibanding tahun lalu yakni 663,8 ribu orang.

"Penerbangan di Bandara Kulanamu turun sekitar 20 persen dari tahun lalu. Jadi, sekarang rata-rata cuma sampai dengan 20 ribu, kalau tahun lalu sampai dengan 27 ribu penumpang. Untuk maskapai tahun lalu ada 230, sekarang hanya 170 maskapai," kata Manajer Hukum dan Humas PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, Sabtu (6/4).

Berdasar data BPS, Bandara Kualanamu merupakan bandara peringkat pertama yang mengalami merosotnya jumlah penumpang, disusul Bandara Hasanuddin-Makassar 19,11 persen Ngurah Rai-Denpasar 16,73 persen, Juanda-Surabaya 15,56 persen, dan Soekarno Hatta 7,40 persen.

Menanggapi hal ini, PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu belum berani memberi pernyataan penyebab anjloknya penumpang penerbangan domestik.

"Sejauh ini belum dapat dipastikan penyebab terjadinya kemerosotan penumpang. Mungkin bisa disebabkan, karena harga tiket tinggi atau juga faktor lain. Karena, kondisi ini bukan hanya terjadi di Kualanamu, tapi seluruh bandara di Indonesia," ujar Wisnu.

Namun, jumlah penerbangan keluar negeri malah bertambah, salah satunya di Bandara Kualanamu. Untuk urusan penerbangan luar negeri, warga Sumatera Utara cenderung memilih Singapura dan Malaysia.

"Kami malah ada kenaikan sekitar satu persen, karena memang harga tiket pesawat keluar negeri relatif padat. Penerbangan keluar negeri menggunakan kurs mata uang asing, sedangkan di Indonesia memakai rupiah," katanya.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved