Badan Ekonomi Kreatif Sambangi Medan, Edukasi 30 Penulis jadi Writerpreneur

Terdapat beberapa pembicara dalam kegiatan ini yaitu penulis Best Seller Nasional Air Mata Bunda, Kirana Kejora, Blogger, Agustinus Wibowo.

Badan Ekonomi Kreatif Sambangi Medan, Edukasi 30 Penulis jadi Writerpreneur
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) edukasi 30 penulis dalam Workshop Writerpreneur yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah sukses menggelar Workshop Writerpreneur di beberapa kota di Indonesia, tahun ini Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) sambangi kota Medan.

"Be Kraf dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif memiliki 6 deputi, yang terlibat dalam kegiatan ini adalah deputi riset edukasi dan pengembangan, tujuannya untuk meningkatkan skill penulis, baik itu fiksi dan nonfiksi" tutur Kepala Sub Direktorat Edukasi Untuk Publik Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Dr. Mohammad Amin, Selasa (9/4/2019)

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini memberi akan nilai tambah bagi para penulis, guna memberi dampak kesejahteraan. "Diharapkan dalam kegiatan ini bisa berkembang kemana-mana baik itu ke film dan lainnya, bahwa kegiatan menulis itu sesungguhnya memberikan nilai tambah kepada penulis, sesuatu yang bisa dijadikan profesi," tuturnya.

Writerpreneur diartikan sebagai wadah para penulis mengembangkan potensinya.

"Kita lihat ada dua kata yang digabung yaitu writer itu penulis dan preneur itu adalah pengusaha, jadi paradigmanya itu jadi pengusaha, sebab ada writer yang tidak mempermasalahkan menjadi preneur apa nggak, sekadar menulis saja, tapi kalau dalam ekosistem ekonomi Be Kraf tidak seperti itu, dari 16 sub sektor salah satunya penerbitan, tujuannya itu mensejahterakan," tuturnya.

Amin mengatakan bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan dari tahun 2017 dan sudah mnnyambangi beberapa kota seperti Banyuwangi, Pontianak, Balikpapan, Palu, Biak, Madiun dan lainnya. "Nyatanya dalam Data Statistik Ekonomi Kreatif Indonesia 2016 terdapat hal menarik, bahwa kepenerbitan itu menduduki rangking kelima dalam produk domestik bruto setelah Kuliner, Fashion, Kriya, dan TV&Radio, sebanyak 6,32% PDB nya, " tuturnya.

Selain itu Sub Sektor yang mempunyai dampak besar menggerakkan subsektor lainnya adalah penerbitan.

"16 Sub sektor yang digerakkan Be Kraf seperti musik, seni pertunjukan, penerbitan, aplikasi dan game dan lainnya, itu semua tidak berdiri sendiri, Mereka saling berkaitan, misalnya Pidi Baig bikin Dilan, Milea kemudian difilmkan, ternyata kepenerbitan itu memberikan dampak," tuturnya.

Berdasarkan data statistik Ekonomi Kreatif Indonesia, jumlah usaha dan perusahaan ekonomi kreatif Indonesia mencapai angka 8.203.826 usaha. Sedangkan di Sumatera Utara 401.162 sedangkan di Medan hanya mencapai 81.162 usaha.

"Banyak sebabnya, biasanya sebabnya mereka masih berbentuk guyub belum menjadi perusahaan yang terdaftar dan memiliki badan hukum, itu juga masalah," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved