4 Anggota DPRD Tapteng Ini Selalu Tutupi Muka saat Sidang Perdana Kasus Korupsi

Empat anggota DPRD Tapanuli Tengah periode 2015-2020 menjalani sidang perdana terkait kasus korupsi perjalanan dinas fiktif, Rabu (10/3/2019)

4 Anggota DPRD Tapteng Ini Selalu Tutupi Muka saat Sidang Perdana Kasus Korupsi
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Empat anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2015-2020 menjalani sidang perdana terkait kasus korupsi perjalanan dinas fiktif, Rabu (10/3/2019) di Pengadilan Tipikor Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Empat anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2015-2020 menjalani sidang perdana terkait kasus korupsi perjalanan dinas fiktif, Rabu (10/3/2019) di Pengadilan Tipikor Medan.

Keempat terdakwa tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Tapteng, Awaluddin Rao (40) yang mengenakan kemeja batik putih dengan rilis bunga biru dengan duduk di paling pinggir kiri di hadapan Hakim Ketua Ferry Sormin.

Sedangkan, anggota DPRD, Julianus Simanungkalit (42) tampak mengenakan kemeja biru yang duduk di sebelahnya, lalu ada Jonias Silaban (49) dengan kemeja biru kotak-kotak dan Hariono Nainggolan (42) yang mengenakan kemeja putih rilis kotak-kotak.

Awal mula persidangan, ketiga anggota DPRD Tapteng tampak terus menutup dengan tangan dan menundukkan kepala saat para awak media mengabadikan foto para terdakwa.

Mereka tampak dengan mata sinis dan tajam melihat ke arah wartawan yang mencoba mengambil foto.

Berbeda dengan Wakil Ketua DPRD Tapteng, Awaluddin Rao yang tampak santai saat para awak media mengambil fotonya. Dia malah tak ada sama sekali menutupi wajahnya.

Saat pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut, Kifli Ramadhan, Awaluddin tampak menggelengkan kepala seakan tak terima dengan apa yang dibacakan jaksa.

Dalam dakwaannya, JPU Kifli menyebutkan para terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau suatu korporasi yangmerugikan keuangan negara sebesar Rp 56.902.000.

Para terdakwa diancam dengan pidana melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved