BEM Sumut Adakan Dialog Terbuka Bedah Visi Misi Capres, Jadi Tolak Ukur Pilih Pemimpin

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Daerah Sumatera Utara adakan dialog terbuka dengan tema "Sumut mau dibawa kemana?

BEM Sumut Adakan Dialog Terbuka Bedah Visi Misi Capres, Jadi Tolak Ukur Pilih Pemimpin
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Dialog Terbuka Mahasiswa Sumatera Utara dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Jalan AH Nasution, Medan Johor, Rabu (10/4/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Melihat pesta demokrasi 17 April 2019 tinggal menunggu hari, namun masih banyak pertanyaan-pertanyaan mengganjal seputar visi dan misi calon presiden, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Daerah Sumatera Utara adakan dialog terbuka dengan tema "Sumut mau dibawa kemana?".

"Kegiatan ini sengaja kita buat, karena melihat Sumut butuh perhatian khusus dari kedua salon, kita buat dialog terbuka untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa bertanya dan menambah wawasan mereka dalam menentukan pilihan," Tutur Panitia Pelaksana, Sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, M. Iqbal Harefa, Rabu (10/4).

Dialog Terbuka yang dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Jalan AH Nasution Medan Johor ini turut mengundang Tim Kampanye Daerah (TKD) 01, Aswan Jaya dan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) 02, H. M. Subandi serta Pengamat Politik Warjio PhD.

"Peserta yang hadir disini mahasiswa dari berbagai Universitas, dan peserta yang masuk wajib menunjukkan kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan membawa almamater," tuturnya.

Menurut Iqbal forum bebas ilmiah ini dilaksanakan agar membuka pikiran dan wawasan mahasiswa.
"Siapapun nantinya yang akan terpilih, diharapkan mahasiswa tetap sebagai mitra kritis yang konsisten terhadap pemerintah," tutur Iqbal.

Iqbal mengatakan bahwa acara ini dibuat untuk mencerdaskan mahasiswa agar lebih kritis, serta sebagai wadah beradu gagasan.
"Ini tidak debat, ini lebih ke dialog, bedah gagasan, visi dan misi dan kira-kira Sumut mau dibawa kemana," tuturnya.

Imbal melihat Tim Kampanye juta memiliki posisi yang penting bukan hanya saat proses memenangkan calon, namun kita harus berperan saat sudah terpilih.

"Kami menilai, ketika presiden sudah terpilih tim kampanye daerah-daerah ini tidak terpakai lagi, jadi tanggungjawab dari tim kampanye ini juga harus ada, masa memenangkan hanya ketika kampanye, kami mau siapapun presiden yang menang akan memenangkan negara ini selama 5 tahun kedepan," katanya.

Warjio PhD selaku politis menekankan hal penting dalam diskusi. 

"Kalau kita bicara visi, misi kita bicara politik pembangunan, pembangunan merupakan prodak politik bukan ekonomi, sehingga itu harus jadi pembahasan yang menarik dalam bisu misi para calon, " tutur Warjio

Ia juta memaparkan data apa saja permasalahan pokok yang dihadapi oleh Sumut.

"Kami dari departemen ilmu Politik USU sudah beberapa kali melakukan riset di Sumut, dan ditemukan fokus utama yang menjadi permasalahan pokok di Sumut, yaitu kemiskinan, pengangguran, Korupsi, infrastruktur, dan narkoba, dan visi misi harus bisa menjawab permasalahan di Sumut tersebut," tuturnya.

Ia jaga mengatakan Visi dan Misi para calon menarik untuk dibedah dikalangan mahasiswa, karena dapat menjadi perbandingan serta tolak ukur para mahasiswa untuk memilih pemimpin.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved