Hari Terakhir Pengurusan Formulir A5, Warga Datangi KPUD Karo Urus Pindah Memilih

menurut ketentuan dari KPU RI setiap warga negara yang sudah masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap, bisa pindah memilih dengan menggunakan formulir A5.

Hari Terakhir Pengurusan Formulir A5, Warga Datangi KPUD Karo Urus Pindah Memilih
TRIBUN MEDAN/ MUHAMMAD NASRUL
Anrean warga yang ingin mengurus formulir A5 untuk pindah memilih pada Pemilu 2019, di ruang data KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Bagi masyarakat yang tidak bisa memberikan hak suaranya di tempat asalnya, tidak perlu khawatir. 

Pasalnya, menurut ketentuan dari KPU RI setiap warga negara yang sudah masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap, bisa pindah memilih dengan menggunakan formulir A5.

Pada Pemilu serentak 2019 ini, batas waktu akhir pengurusan A5 jatuh pada Rabu (10/4/2019) ini. Untuk itu, banyak masyarakat yang berduyun-duyun untuk mengurus surat pindah memilihnya. Hal ini juga tampak di Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe.

Amatan www.tribun-medan.com, belasan masyarakat berdatangan silih-berhanti mulai pagi hingga sore hari. Di antara para pemilih yang mengurus formulir pindah memilih, kebanyakan yang berniat memilih di Kabupaten Karo.

Seperti Emia Simarmata, pria yang saat ini terdaftar sebagai warga Kabupaten Samosir itu, menyebutkan berniat memilih di Kabupaten Karo. Dirinya menyebutkan, nantinya ia akan memberikan hak suaranya di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kecamatan Kabanjahe.

"Saya memang asli sini, tapi orang tua pindah ke Samosir makanya terdaftar memilihnya di sana. Tapi sekarang karena ada buka usaha di sini, jadi milihnya di sini saja," ujar Emia.

Pria yang membuka usaha toko baju pria itu menyebutkan, selain karena susah menetap di Kabanjahe, dirinya juga ingin menghemat waktu. Dikatakannya, jika memilih di Samosir tentunya memakan waktu dan biaya lagi. Kemudian, dirinya menghindari kendala-kendala lain saat berada di perjalanan.

"karena kalau harus ke Samosir lagi, banyak kendala, sudah gitu jauh, kemudian enggak mungkin usaha di sini ditinggal," ungkapnya.

Saat ditanya perihal tidak semua surat suara, dirinya tidak mempermasalahkannya. Dirinya mengungkapkan lebih memikirkan pemimpin pusat yaitu presiden.

"Kalau untuk saya, yang penting kalau pemimpin di pusat sudah bagus, ke bawah juga bisa bagus," katanya.

Komisioner KPUD Karo Divisi Perencanaan Data dan Informasi Rikardo Sitepu, mengungkapkan hingga pukul 12.45 WIB pihaknya mendata sebanyak 1630 orang yang mengurus formulir untuk pindah memilih. Di antaranya 1425 orang yang memilih di luar Kabupaten Karo dengan berbagai keperluan.

"Jumlah segitu belum termasuk yang kita input ke Sidalih, karena masih ada lagi yang ngurus sampai batasnya pukul 16.00 WIB. Untuk yang pindah ke luar ini, seperti keperluan kerja yang dibuktikan dengan surat tugas, ada juga yang sakit, dan berbagai keperluan lainnya," ucapnya.

Sementara masyarakat yang berpindah memilih di Kabupaten Karo, Rikardo mengungkapkan pihaknya mendata sebanyak 205 orang. Dirinya menyebutkan, sebagian besar yang mengurus A5 merupakan pekerja yang tersebar di berbagai perusahaan. Di antaranya pekerja PT mil 106 orang, PT Web 17 orang, kemudian Lapas Kabanjahe sebanyak 133 orang, 10 orang di antaranya adalah pegawai Lapas.

"Sementara untuk PT Aqua tidak ada pekerja yang mengurus pindah memilih, sepertinya bisa dipastikan pekerjanya memilih di alamat asalnya karena memang tanggal 17 April itu diliburkan," pungkasnya. 

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved