Jajaki Kerja Sama Bisnis di Sumut, Pengusaha Malaysia Tertarik Tawarkan Produk FnB

KJRI Johor Baru, Malaysia, Zainul Idris Yunus, rombongan Malaysian Product Development Center (MPDC) Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia

Jajaki Kerja Sama Bisnis di Sumut, Pengusaha Malaysia Tertarik Tawarkan Produk FnB
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru, Malaysia, Zainul Idris Yunus, rombongan Malaysian Product Development Center (MPDC) Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia, dan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sumut berkunjung ke Kantor Tribun Medan Jalan K H. Wahid Hasyim No.37, Babura, Medan, Rabu (10/4/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru, Malaysia, Zainul Idris Yunus, rombongan Malaysian Product Development Center (MPDC) Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia, dan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sumut berkunjung ke Kantor Tribun Medan Jalan K H. Wahid Hasyim No.37, Babura, Medan, Rabu (10/4/2019).

Zainul mengatakan KJRI membawa UMKM yang ada di Malaysia bertemu dengan UMKM yang ada di Indonesia dan mendukung usaha kedua negara. Selama di Johor, ia menyadari tidak semua bahan mentah untuk produk di sana berasal dari Malaysia.

"Artinya tetap membutuhkan bahan-bahan juga dari Indonesia. Kemudian masing-masing negara ini punya produk yang unik. Orang Malaysia juga suka produk Indonesia," katanya.

Alasan lainnya, kata Zainul di Malaysia banyak orang orang Indonesia seperti pekerja dan masyarakat keturunan Indonesia.

"Apalagi kalau di Johor itu, Kedai Runcit orang Aceh sangat besar dan merajai. Dan saya juga ketemu dengan ketua paguyuban seperti Batak, Aceh, Minang, ini jadi Mitra KJRI. Orang Aceh mengatakan bahwa kedai-kedai Aceh itu produknya dari Indonesia seperti Surabaya," katanya.

Ketua Rombongan Malaysian Product Development Center (MPDC) Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia, Mohamad Nor Zaki mengatakan Medan merupakan kota ketiga di Indonesia yang dikunjungi setelah Semarang dan Surabaya. 

Kota-kota ini dipilih karena ketiga kota ini memiliki populasi penduduk yang cukup besar.

Pada kesempatan itu masing-masing pengusaha memperkenalkan produknya yang beragam. Silaturahmi ini juga sebagai upaya untuk menjajaki jalinan kerjasama serta membuka peluang bisnis yang bisa dikolaborasikan di berbagai bidang seperti properti, food n bavarages, printing, fashion, komoditi pertanian, kuliner dan lainnya.

"Sejauh ini yang kami bawa adalah produk food and beverage (FnB). Jadi produk FnB masalah regulasi nomor satunya adalah BPOM. Karena agak sulit produk-produk Malaysia masuk ke Indonesia," ujar Zaki.

Menanggapi hal tersebut, menurut Zainul setiap negara pasti punya regulasinya sendiri. Misalnya untuk kehalalan produk Malaysia, sudah diakui.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved