SMAN 10 Medan Gelar Seminar Generasi Millennial Generasi Berkarya

Juan menggambarkan bagaimana perjalanan usahanya sedari sekolah menengah hingga menjadi sukses seperti saat ini.

SMAN 10 Medan Gelar Seminar Generasi Millennial Generasi Berkarya
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Kepala sekolah, Panitia dan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Medan berfoto bersama pemateri Juan Utama Batubara usai acara. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingkatkan kreativitas dan prestasi siswa dalam berkarya, Ektrakulikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Medan adakan seminar dengan tema Generasi Millennial Generasi Berkarya, Rabu (10/4/2019).

Bertempat di Aula SMA N 10 Medan Jalan Tilak No 108 Sei Rengas I, Medan Kota, Kota Medan, mereka mengundang wirausahawan muda Juan Utama Batubara sebagai pembicara.

Di dalam seminar selama satu jam, Juan menggambarkan bagaimana perjalanan usahanya sedari sekolah menengah hingga menjadi sukses seperti saat ini.

"Kalau sudah tahu triknya, gampang. Kalian, para millennial ini, sebagai anak muda punya modal semangat. Kalian harus punya visi ke depan agar bisa menikmati masa muda dengan bahagia dan untuk membahagiakan orangtua," katanya.

Jangan pernah takut untuk mengambil keputusan, tambahnya. Tingkatkan kapasitas diri. Orang yang terbaik akan mendapatkan yang baik pula.

"Anak muda harus menjadi generasi yang berkarya. Kenapa harus berwirausaha? Jawabanya bisa agar mendapatkan uang tambahan, mandiri, bisa menjadi bos atau agar tidak minta ke orangtua lagi," katanya.

Mencoba menjadi pengusaha di waktu muda tidak ada salahnya, jelasnya. Karena kalau bankrut, mereka akan dianggap masih belajar.

"Anak muda habiskan jatah gagal. Anak muda minim pengalaman. Anak muda hanya punya semangat. Upgrade kapasitas diri. Kalian ini punya waktu dan punya pengalaman. Punya media sosial kan semuanya. Media sosial bisa menciptakan pengaruh. Bukan zamannya tempat curhat. Kalian bisa menjadi apapun yang kalian inginkan," katanya memberi semangat.

Saat ini, Indonesia masuk ke dalam Masyarakat Ekonomin Asean (MEA). Seluruh pebisnis maupun pekerja asing bebas masuk ke Indonesia.

"Kalau tidak bisa bersaing, yang ada orang lain bebas masuk dan kita menjadi budak di negeri sendiri. Ditambah perkembangan teknologi. Semua sudah semakin cepat. Waktu pun demikian," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved