Sulap Bekas Pasar Menjadi Lapak Judi, Empat Pemain Diamankan Polsekta Berastagi

Polsekta Berastagi melalui unit Reskrimnya, berhasil membekuk empat orang pelaku tindak pidana perjudian jenis dadu putar

Sulap Bekas Pasar Menjadi Lapak Judi, Empat Pemain Diamankan Polsekta Berastagi
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kapolsekta Berastagi Kompol Aron Siahaan (tengah), menyuruh para pemain judi dadu putar untuk melakukan praktik, di Mapolsekta Berastagi, Jalan Perwira, Berastagi, Rabu (10/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Polsekta Berastagi melalui unit Reskrimnya, berhasil membekuk empat orang pelaku tindak pidana perjudian jenis dadu putar, Senin (8/4/2019) kemarin. 

Kapolsekta Berastagi Kompol Aron Siahaan, mengungkapkan keempatnya ditangkap saat bermain judi di kawasan Pajak Lama, Kelurahan Tambak Lau Mulgap II, Berastagi.

"Berdasarkan laporan warga adanya perjudian di bekas pasar, kemudian kemarin keempatnya berhasil kita tangkap sekira pukul 15.00 WIB, bersama barang bukti alat untuk bermain judi. Lapak yang mereka buat ini di lokasi bekas pasar," ujar Aron, di Mapolsekta Berastagi, Jalan Perwira, Berastagi, Rabu (10/4/2019).

Aron menyebutkan, keempat pelaku yaitu Cokong Sitepu warga Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, dan Darkita Sembiring warga Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Merdeka. 

Serta Ruslan Peranginangin warga Desa Sukarende, Kecamatan Kutalimbaru, dan juga Uluna Sitepu warga Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tiganderket.

"Dari keempatnya, satu di antaranya dikategorikan sebagai panitia atau penyelenggara tempat judi itu yaitu si Ruslan," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, pada saat penggerebekan memang ditemukan beberapa orang lainnya. Namun, mengetahui petugas datang ke lokasi tersebut, yang lainnya kocar-kacir dan langsung melarikan diri.

"Kita tetap lakukan pengembangan terhadap satu orang yang diduga menjadi salah satu penyedia lokasi ini," katanya.

Dari tangan para pelaku, disita barang bukti seperangkat alat judi berupa satu lembar spanduk yang bertuliskan angka-angka dadu, anak dadu, alat untuk memutar dadu, serta tenda untuk menutupi lapak.

Aron menyebutkan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 303 dan junto pasal 303 BIS. Dikatakannya, untuk pasal 303 ancaman hukumannya 10 tahun penjara. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved