Mahasiswa Galang Aksi Solidaritas, Akibat Tulis 'Copot Kapolda Sumut' Yusroh Ditangkap Polisi

Puluhan mahasiswa yang menamakan diri sebagai Solidaritas Peduli Yusroh, menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran

Mahasiswa Galang Aksi Solidaritas, Akibat Tulis 'Copot Kapolda Sumut' Yusroh Ditangkap Polisi
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Sejumlah mahasiswa yang menamakan sebagai Solidaritas Peduli Yusroh menggelar aksi unjuk rasa di depan PN Kisaran, Jalan Lintas Sumatera, Kisaran, Kamis (11/4/2019) menuntut pembebasan Yusroh dari hukuman 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Puluhan mahasiswa yang menamakan diri sebagai Solidaritas Peduli Yusroh, menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Jalan Lintas Sumatera, Kisaran, Kamis (11/4/2019). 

Yusroh merupakan aktivis asal Batubara yang ditangkap karena terjerat kasus UU ITE.

Dalam aksi itu, mahasiswa yang memakai ikat kepala bewarna putih, membawa sejumlah poster dan juga membentangkan spanduk yang bertuliskan dukungan terhadap Yusroh bergantian menyampaikan orasinya.

Koordinator aksi, Muhammad Fadli LK menyebutkan, kasus yang menjerat Yusroh membuktikan kejamnya hukum di Indonesia, terutama dalam penerapan UU ITE yang dinilai berpihak kepada penguasa.

"Inilah kabut hitam demokrasi Indonesia, dengan dalih pencemaran nama baik, Yusroh kini menjadi korban. Apa yang menimpa Yusroh menjadi preseden buruk bagi penegakkan hukum, sekaligus bahwa keadilan hanyalah milik mereka yang memiliki kekuasaan," kata Fadli.

Menurut mereka, dengan dipidananya Yusroh, menunjukkan sebagai bentuk pembungkaman dalam berdemokrasi.

"Kasus ini menunjukkan, jika tubuh demokrasi bangsa telah disuntik mati oleh mereka para elit yang punya kuasa. Untuk itu kami menuntut pembebasan hukuman terhadap Yusroh," sebutnya.

Yusroh sendiri akan menjalani sidang pembacaan vonis pada Kamis (11/4/2019) atas kasus yang menimpanya. Sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batubara, Yusroh dituntut dengan hukuman 18 bulan penjara.

Kasus Yusroh bermula ketika ia menuliskan kalimat Copot Kapolda Sumut di sebuah grup Whatsapp pada 27 September 2018.

Yusroh kemudian dilaporkan dengan delik aduan pencemaran nama baik terhadap Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto.

Dalam kasus itu, Yusroh disangkakan melanggar Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat (3).

Penangkapan terhadap Yusroh dilakukan berdasarkan surat penangkapan Nomor: Sp.kap/112/XI/2018/Ditreskrimsus dan ia ditahan, berdasarkan surat penahanan Nomor: SP.Han/75/XI/2018/Ditreskrimsus.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved