Polisi Kirim SPDP Kasus 18 Kg Ganja Sembari Tunggu Hasil Lab

Berkas perkara Faisal masih sedang dilengkapi agar dapat diterima jaksa.

Polisi Kirim SPDP Kasus 18 Kg Ganja Sembari Tunggu Hasil Lab
Tribun Medan / doc
Ilustrasi: Ganja 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai sudah mengirimkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) perkara kurir narkotika jenis ganja sebanyak 19 bal dengan berat kotor 18 kilogram dengan tersangka Faisal.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto kepada Sumut Pos, Kamis (11/4)

"Untuk yang kasus Faisal, SPDPnya sudah dikirim, hari senin kemarin sudah mulai," jelas AKP Aris Fianto.

Perwira balok tiga emas di pundaknya ini menjelaskan, berkas perkara Faisal masih sedang dilengkapi agar dapat diterima jaksa. Hal yang masih dalam kendala terkait hasil laboratorium untuk uji barang bukti yang belum keluar.

"Hasil uji barang bukti di laboratorium juga belum keluar. Kita juga melengkapi administrasi lainnya yang berhubungan dengan penyidikan," ujarnya singkat.

Diketahui, langkah Faisal (32) dicokok ketika membawa narkotika jenis daun ganja kering dari Aceh menuju Medan. Aksinya kandas di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Rabu (27/3) pukul 05.30 WIB silam.

Faisal warga Dusun Buket Jouk, Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur terbukti membawa sebuah goni berisi 19 bal ganja. Saat diperiksa oleh Petugas Unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai ganja seberat 18 kilogram.

Dalam aksinya, Faisal diimingi mendapat upah Rp1 juta.‎ Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat yang diterima petugas dan langsung melakukan penyelidikan terkait transaksi.

Alhasil, Faisal kedapatan membawa goni ganja saat menumpangi Bus Atlas, Lintas Aceh-Medan. Petugas yang mendapatkan informasi kemudian menghentikan lajunya. Faisal disangkakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Faisal terancam hukuman maksimal dengan kurungan penjara seumur hidup dan minimal 6 tahun.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved