Tak Ada TPS di Lapas Kabanjahe, Ketua KPUD Karo Sebut Warga Binaan Tetap Bisa Milih

Penyelenggaraan Pemilihan Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, kini tinggal menghitung hari.

Tak Ada TPS di Lapas Kabanjahe, Ketua KPUD Karo Sebut Warga Binaan Tetap Bisa Milih
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan ST, saat ditemui di ruangannya, Kamis (11/4/2019). Meskipun tidak disediakan TPS khusus di Lapas Kabanjahe, Gemar mengungkapkan warga binaan tetap bisa menggunakan hak pilihnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, kini tinggal menghitung hari. 

Tepatnya pada Rabu (17/4/2019) mendatang, seluruh masyarakat yang telah masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dapat menentukan siapa pemimpinnya lima tahun ke depan.

Tak terkecuali bagi warga binaan, yang sedang menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan (Rutan), maupun Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Namun, berdasarkan keputusan dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, tidak semua Lapas atau Rutan disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Diketahui, TPS hanya akan disediakan di Rutan dan Lapas yang jumlah pemilihnya dirasa mencukupi.

"Sedangkan untuk Lapas yang warga binaannya tidak mencukupi sebagai pemilih, maka hak suaranya akan diberikan di TPS terdekat dengan lokasi Lapas dan Rutan," ujar Direktur Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami, dikutip dari Kompas.com.

Ternyata, diketahui untuk Lapas Kelas II B Kabanjahe, termasuk Lapas yang tidak ada disediakan TPS khusus bagi warga binaannya. 

Saat dikonfirmasi ke Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan ST, dirinya menyebutkan memang untuk Lapas Kabanjahe pemilihnya dirasa tidak mencukupi untuk disediakan TPS.

Namun begitu, dirinya mengatakan warga binaan tidak perlu khawatir, karena masih bisa memberikan hak suaranya di TPS-TPS yang terdekat dengan Lapas.

"Karena memang sudah ada peraturannya sekarang tidak semua Lapas mendapatkan TPS khusus. Nantinya warga binaan, akan terdata sebagai pemilih di TPS terdekat dengan lokasi Lapas," ujar Gemar, saat ditemui di ruangannya, Kamis (11/4/2019).

Gemar mengungkapkan, walaupun terdata sebagai pemilih di TPS di luar Lapas, namun warga binaan tidak memberikan hak suaranya ke TPS. Dikatakannya, sistem pemungutan suara nantinya petugas dari TPS yang akan mendatangi Lapas. Sehingga, warga binaan tidak keluar dari Lapas.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved