Tak Ada TPS di Lapas Kabanjahe, Ketua KPUD Karo Sebut Warga Binaan Tetap Bisa Milih

Penyelenggaraan Pemilihan Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, kini tinggal menghitung hari.

Tak Ada TPS di Lapas Kabanjahe, Ketua KPUD Karo Sebut Warga Binaan Tetap Bisa Milih
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan ST, saat ditemui di ruangannya, Kamis (11/4/2019). Meskipun tidak disediakan TPS khusus di Lapas Kabanjahe, Gemar mengungkapkan warga binaan tetap bisa menggunakan hak pilihnya. 

"Jadi nanti sistemnya, petugas TPS beberapa orang seperti KPPS, pengawas TPS, dan saksi akan datang ke Lapas untuk melakukan pencoblosan," ungkapnya.

Diketahui, dari kurang lebih 400 orang warga binaan yang ada di Lapas Kelas II Kabanjahe, terdata 123 orang yang menjadi pemilih. Dirinya menyebutkan, hal ini dikarenakan 123 orang tersebut sudah melengkapi dokumen untuk menjadi pemilih.

Dikatakannya, seluruh warga binaan yang terdata sebagai pemilih, terdata sebagai warga luar Kabanjahe. Untuk itu, pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan formulir A5 untuk keperluan pindah memilih. Selain 123 orang warga binaan, ternyata 10 orang petugas Lapas yang berjaga juga mengurus A5 dan memberikan hak suaranya di Lapas.

"Mereka (warga binaan) tetap bisa kita layani, selama dokumen persyaratan memilih ada. Seperti perekaman e-KTP, dan juga formulir A5 bagi warga luar Kabanjahe. Tapi karena yang lainnya dokumen kependudukannya tidak ada, jadi tidak bisa kita layani," ucapnya.

Gemar menambahkan, nantinya pada saat pencoblosan warga binaan dipanggil satu-persatu untuk memberikan hak suaranya. Dengan didampingi dua petugas KPPS, pengawas TPS, serta beberapa saksi, dan juga petugas dari Lapas sendiri. 

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved