TPS Mobile Bakal Hadir di Semua Rumah Sakit, Permudah Pasien Berikan Hak Suara

Pesta Demokrasi hanya tinggal menghitung hari. Dalam enam hari kedepan, penduduk Indonesia harus menentukan pilihan terbaik

TPS Mobile Bakal Hadir di Semua Rumah Sakit, Permudah Pasien Berikan Hak Suara
AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pesta Demokrasi hanya tinggal menghitung hari. Dalam enam hari kedepan, penduduk Indonesia harus menentukan pilihan terbaik untuk jadi pemimpin lima tahun kedepan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah melakukan sosialisasi hampir di semua tempat. Bahkan sosialisasi di rumah sakit juga sudah dilakukan.

KPU akan menerapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Mobile untuk pemilih dalam kondisi sakit yang sedang berada di rumah sakit.

Komisioner KPU Sumut Herdensi Adnin mengaku TPS Mobile diberlakukan agar pasien yang sedang sakit maupun keluarga mau untuk memilih.

"Kita sebenarnya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit. Kita sudah meminta KPU Kabupaten/Kota untuk berkoordinasi kepada seluruh rumah sakit yang ada di Sumatera Utara supaya hak pemilih yang sedang sakit bisa terpenuhi," kata Herdensi, Kamis (11/4/2019).

Untuk memudahkan pencoblosan nanti, Herdensi menambahkan bahwa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bakal diturunkan untuk mengambil suara pemilih yang sedang sakit.

"Petugas KPPS kita turunkan untuk ambil suara pemilih yang sakit. Paling tidak biasanya ada 2 petugas KPPS yang datang ke rumah sakit," ujarnya.

"Biasanya, petugas KPPS bakal didampingi oleh Panwaslu, saksi dari partai politik dan peserta pemilu," sambungnya.

Soal jam kedatangan ke rumah sakit, Herdensi mengaku jam kedatangan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.

"Kan nggak mungkin juga pagi-pagi kali saat orang sedang ramai. Jadi TPS mobile bergerak ke rumah sakit biasanya sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Waktu yang dibutuhkan tentu bergantung dari jumlah ruangan yang dikunjungi," urainya.

Ditanya soal kurangnya tingkat pemilih yang sedang sakit untuk memberikan hak suaranya, Herdensi mengatakan bahwa dia memaklumi hal tersebut.

"Ku kira wajarlah. Karena mereka sebenarnya bukan tidak antusias tapi sedang fokus dalam masa penyembuhan sakit," bebernya.

"Tapi bagi KPU, ini adalah amanat Undang-undang. Dimana kita tetap harus memfasilitasi pemilih termasuk pemilih yang sedang sakit dan berada di rumah sakit. Karena hak suara itu sangat penting agar tidak disalahgunakan," pungkas Herdensi.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved