Warga Soroti Trotoar Tidak Tertata dan Ditumbuhi Semak Belukar di Seputar Berastagi

Setiap daerah yang memiliki dan memiliki daya tarik objek wisatanya, tentunya dibutuhkan pemeliharaan secara rutin.

Warga Soroti Trotoar Tidak Tertata dan Ditumbuhi Semak Belukar di Seputar Berastagi
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pengendara melintas di salah satu titik trotoar yang ditumbuhi semak belukar, di Jalan Gundaling, Berastagi, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Setiap daerah yang memiliki dan memiliki daya tarik objek wisatanya, tentunya dibutuhkan pemeliharaan secara rutin. Alasan utama diperlukan hal tersebut, karena berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan yang datang.

Kabupaten Karo, terutama Kecamatan Berastagi sudah familiar bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menghabiskan waktu liburnya. Namun, pelayanan publik yang ada di kawasan tersebut dinilai masih perlu banyak pembenahan.

Seperti yang diungkapkan warga sekitar Amin, dirinya menyebutkan kawasan Berastagi diperlukan penanganan ekstra. 

Seperti perihal kebersihan, penataan kota, hingga fasilitas umum yang dirasa kurang memberikan rasa nyaman bagi wisatawan.

"Berastagi ini kan daerah wisata, banyak dikunjungi orang, jadi saya kira penanganannya harus lebih baik. Contohnya trotoar yang masih banyak bloknya berserakan, bahkan ada juga yang banyak rumputnya," ujar Amin, Kamis (11/4/2019).

Pernyataan Amin dibuktikan dengan masih banyaknya titik trotoar yang paving bloknya tidak tertata rapih. 

Tak hanya itu, di salah satu trotoar yang terletak di Jalan Gundaling, tepatnya di persimpangan Hotel Sinabung, kondisinya juga memprihatinkan. Karena, hampir tertutup oleh semak blukar yang semakin tinggi.

"Kalau saya tidak salah, kerusakan torotoar ini sudah ada bekisar kurang lebih tiga tahun. Kalau trotoar yang semak di simpang Hotel Sinabung itu, memang sama sekali tidak ada perawatanya, paling cuma rondap saja," ungkapnya.

Warga lainnya Hendrik, juga menyebutkan hingga saat ini masih banyak jalan menuju objek wisata Bukit Gundaling yang berlubang. Dirinya mengatakan, sekitar 100 meter dari pos retribusi, jalan berlubang sudah dapat ditemui. 

Ukuran lubang sendiri mulai dari 10 hingga 50 centimeter, bahkan titik-titik lubang juga terlihat hampir di semua lokasi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved