Disdik Upayakan UN SMP di Medan 100 Persen Berbasis Komputer

Kebanyakan memang sejumlah SMP Negeri di Medan belum ada yang benar-benar menyiapkan komputer minimal sepertiga dari jumlah siswa.

Disdik Upayakan UN SMP di Medan 100 Persen Berbasis Komputer
TRIBUN MEDAN
FOTO ILUSTRASI: UNBK. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan berupaya penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) bagi siswa-siswi tingkat SMP Kota Medan tahun ini bisa dilaksanakan berbasis komputer 100 persen.

Namun demikian Disdik mengaku sejumlah fasilitas pendukung belum bisa dipenuhi seluruhnya.

Kepala Disdik Pemko Medan diwakili Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Supri Harahap menjelaskan upaya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP bisa dilakukan dengan memanfaatkan komputer pinjaman. Terangnya, hal tersebut dilakukan karena minimum ketersediaan komputer adalah dua per tiga dari jumlah siswa pada setiap SMP.

"Kebanyakan memang sejumlah SMP Negeri di Medan belum ada yang benar-benar menyiapkan komputer minimal sepertiga dari jumlah siswa yang ujian. Namun, kalau sekolah swasta ada banyak yang sudah memenuhinya ," ujar Supri, Jumat (12/4/2019).

Pelaksanaan UNBK tingkat SMP rencananya digelar pada tanggal 22 April 2019 hingga 25 April 2019 mendatang. Dari saya yang dimiliki Supri, Jumlah sekolah yang akan melaksanakan UNBK tingkat SMP mencapai 388 sekolah.

"SMP Negeri ada 45 sekolah dengan jumlah peserta 12.922 siswa, 6.003 laki-laki dan 6.919 perempuan. Sedangkan SMP Swasta 328 sekolah dengan jumlah peserta 24.129 siswa, 12.686 laki-laki dan 11.443 perempuan. Serta, SMP Terbuka 3 sekolah dengan peserta 532 siswa, 261 laki-laki dan 271 perempuan," ujarnya.

Selain itu, UNBK tahun ini juga dilaksanakan oleh sekolah sekolah milik Kementrian Agama yang berstatus setingkat SMP. "Untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri ada 4 sekolah dengan peserta 1.125 siswa, 525 laki-laki dan 600 perempuan. Untuk MTs Swasta 76 sekolah dengan peserta 5.807 siswa, 3.001 laki-laki dan 2.806 perempuan," sambungnya.

Supri mengaku sudah mengimbau pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan komputer saat melaksanakan UNBK. Disdik, sebutnya sudah menyarankan sekolah agar meminjam laptop kepada orangtua murid yang bersedia mendukung UNBK yang digelar selama empat hari ini.

"Misalnya, jumlah siswa yang mengikuti ujian 300 anak. Maka, minimal komputer harus ada 100 unit. Sebab, ujian dilaksanakan dengan tiga sesi yakni pagi, siang dan sore. Hal ini untuk meminimalisir jumlah komputer yang digunakan," jelasnya.

"Sekolah pun harus bertanggungjawab dengan komputer yang diberikan. Surat Tanda Terima harus dibuat," sambungnya.

Supri melanjutkan penyelenggara UNBK tahun ini merupakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), bukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Artinya, yang memiliki tanggung jawab adalah BSNP.

"Pada Oktober tahun lalu (2018) di Jakarta, sudah diarahkan bahwasanya SMA/SMK dan SMP Negeri di kota-kota besar sudah harus 100 persen melaksanakan pada 2019. Namun, UN Kertas dan Pensil (UNKP) tetap tidak bisa dihilangkan khususnya di daerah-daerah terpencil atau yang tidak ada jaringan listriknya," papar Supri.

Lebih lanjut dia mengatakan, persiapan menghadapi UNBK ini telah dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi dan simulasi ke sekolah beberapa kali. Selain itu, Disdik juga telah berkordinasi dengan PLN agar pelaksanaan UN tidak terganggu dengan pemadaman listrik

"Makanya, kita telah menyampaikan informasi jadwal UNBK kepada PLN dan Telkom supaya jangan sampai terjadi pemadaman saat digelarnya UNBK," ucapnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved