Tukang Las Menyesal setelah Terancam Hukuman Mati karena jadi Kurir 64 Kilo Sabusabu

Ia pun nekat melakoni pekerjaan barunya sebagai kurir narkoba jenis sabu jaringan internasional, Malaysia-Indonesia.

Tukang Las Menyesal setelah Terancam Hukuman Mati karena jadi Kurir  64 Kilo Sabusabu
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Tukang Las Menyesal setelah Terancam Hukuman Mati karena jadi Kurir 64 Kilo Sabusabu . Maman (baju tahanan 16) menunduk saat dirinya diamankan petugas, Jumat (12/4/2019). 

Tukang Las Menyesal setelah Terancam Hukuman Mati karena jadi Kurir 64 Kilo Sabusabu

TRIBUN-MEDAN.com-Maman Nurmansyah, pria berkepala plontos, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las di Malaysia diamankan petugas.

Pasalnya, pria yang berkulit sawo matang ini nekat meninggalkan pekerjaan halalnya demi mencari uang cepat dengan jumlah besar.

Ia pun nekat melakoni pekerjaan barunya sebagai kurir narkoba jenis sabu jaringan internasional, Malaysia-Indonesia.

Namun apa yang menjadi khayalannya tidak sesuai harapan. Maman pun berhasil diamankan petugas BNN-RI bersama temannya Samsul Bahti.

"Saya bekerja sebagai tukang las di Malaysia. Saya baru sekali menjadi kurir. Itupun karena dijanjikan uang. Namun tidak dijelaskan berapa yang didapatkannya," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di kantor BNNP Sumut, Jalan Balaipom Medan Estate, Jumat (12/4/2019).

Dengan kedua tangan dalam keadaan diborgol, Maman pun mengaku menyesal melakukan pekerjaan barang haram tersebut.

"Saya menyesal. Itulah padahal saya sudah bekerja baik-baik di sana (Malaysia). Namun karena kawan minta tolong sampai merongrong begitu ya saya jalani," ucapnya di sela-sela paparan pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional Malaysia-Indonesia di Kantor BNNP Sumut.

BNN Selamatkan 10 Ribu Nyawa setelah Berhasil Ungkap Peredaran 10 Kilogram Sabusabu

VIDEO: BNN Paparkan Penangkapan Sabu 64 Kg, Pelaku Sempat Lari ke Malaysia

Gubernur Edy Minta Musrenbang Dibubarkan karena Cuma Dihadiri Segelintir Pejabat: Seperti Ecek-ecek

Begini Asmara Budi Hartanto dengan Dua Pria yang Membunuh dan Memutilasinya & Kronologinya

Pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional Malaysia-Indonesia dipimpin langsung oleh Deputi Pemberantasan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjend Atrial, perwakilan TNI AL, Beacukai

Dari tangan Maman dan Samsul petugas amankan 64 kg Narkoba jenis sabu.

Irjen pol Arman Depari mengatakan, BNN telah berhasil membawa pulang dari Malaysia dua orang pelaku penyelundup 64 kg narkoba jenis sabhu.

Timo Dahlia Daulay Satu-Satunya Anggota KPU Deliserdang yang Kembali Lolos jadi Komisioner KPU

VIDEO: Kecelakaan Beruntun di Sekitar Bumi Serpong Damai

Tak Direstui Orangtua, Pasangan ini Memilih Nikah di Kantor Polisi!

"Keduanya diamankan pada 13 September 2018 lalu. Di mana petugas menemukan satu unit speed boat tidak bertuan. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata berisi 64 kg sabu di pantai Sruway, Aceh Tamiang," ujarnya.

Setelah ditindaklanjuti, sambung Arman, hasil penyelidikan oleh team BNN menunjukan bahwa narkoba jenis sabu tersebut diselundupkan dari Malaysia oleh dua orang.

Sumber Ledakan di Jalan Kruing Masih Simpang Siur, PGN Klaim Instalasi Gas Milik Mereka Aman

Driver Ojol Menangis, Awalnya Dikira Dapat Peringatan dari Operator ternyata Diberi Umrah Gratis

Julius Raja Senang LIGA 2 Main di Bulan Juni: Menguntungkan Karena Bertambah Waktu Persiapan

"Keduanya bernama Samsul dan Maman sebelumnya melarikan diri ketika speed boat ditemukan. Berdasarkan penyelidikan itu, BNN mendeteksi bahwa kedua pelaku melarikan diri ke Malaysia.
Atas kerja sama PDRM khususnya Jenayah narkotika Malaysia team menemukan keberadaan keduanya di pulau pinang (penang)," ungkap Arman.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved