Atlet Tenis Meja Kota Medan Tingkatkan Jam Terbang Jelang Porprovsu 2019

Atlet Porprovsu PTMSI Medan semakin meningkatkan jam terbang dan kemampuan bertandingnya.

Atlet Tenis Meja Kota Medan Tingkatkan Jam Terbang Jelang Porprovsu 2019
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Petenis meja saat bertanding pada kompetisi tenis meja se-kota Medan ke-2 bertempat di GOR Cikal USU, Sabtu (13/4/2019). 

Masih kata Azantaro, selain simulasi jelang Porprovsu, PTMSI Medan juga memiliki program lain yakni Invitasi Tenis Meja se kota Medan yang sebelumnya telah selesai digelar Januari lalu.

"(Event invitasi) Ini tidak lanjut kita dari Porkot sebetulnya, jadi atlet atlet disaring yang 16 besar ditambah atlet yang pernah berprestasi sebelumnya yang mungkin umurnya sudah 40-an tapi pernah berprestasi di PON misalnya, ini kita undang jadi ikut simulasi. Dari Invitasi itu disaring lagi jadilah simulasi tenis meja ini, tetap intinya atlet Porprov ada di dalam.

Sebelumnya, tiga pekan lalu, pada Sabtu (23/3/2019), PTMSI Medan juga menggelar simulasi pertama bagi atlet Porprovsu. Rencananya sekitar satu minggu jelang Porprovsu pihaknya akan kembali menggelar simulasi ketiga sebagai tahap akhir persiapan atlet yang akan berlaga di Porprovsu 2019.

"Simulasi ini akan lanjut ketiga nanti satu Minggu sebelum Porprovsu, jadi tiga kali buat ini. Event Invitasi tenis meja juga akan lanjut di tahun ini di bulan Oktober," pungkasnya.

Diikuti Atlet NPC

Atlet tenis meja difabel yang tergabung dalam National Paralympic Commitee (NPC) Sumut juga turut mengikuti Kompetisi bertajuk simulasi tenis meja se-kota Medan ke-2 yang digelar oleh PTMSI Medan di GOR Cikal USU, Sabtu (13/4/2019).

Pelatih tenis meja Sumut, M Ridwan mengatakan Ada dua orang utusan dari NPC Sumut yakni Bahder Johan Harahap dan Sofyan yang ikut event tersebut.

"Mereka termasuk sudah The best juga karena lawan mereka yang atlet normal. Yang dihadapi mereka mantan pemain PON Sumut," ujarnya.

Lebih lanjut kata M Ridwan tujuan dirinya mengirim perwakilan atlet agar keduanya mampu meningkatkan percaya diri mereka agar khususnya dalam menghadapi pekan paralimpic Nasional (Peparnas) di Papua tahun depan. Selain itu dengan melawan atlet normal maka akan semakin meningkatkan kualitas mereka khususnya dalam menghadapi sesama atlet difabel pada event-event yang digelar NPC Indonesia seperti Kejurnas nantinya.

"Mereka masuk 8 besar, sudah baik bisa dibilang mereka berani turun ke lapangan walaupun hanya masuk 8 besar," kata pelatih yang akrab disapa Pak Ang ini. (cr11/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved