Jelang Bulan Puasa, Kenaikan Harga Sembako Diiringi dengan Laju Inflasi

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, tingkat inflasi di April berkisar 0,2%-0,3%. Menurut Josua, kenaikan tingkat inflasi disebabkan

Jelang Bulan Puasa, Kenaikan Harga Sembako Diiringi dengan Laju Inflasi
Kompas.com/Adhika Pertiwi
IlUSTRASI. Menjelang datangnya bulan Puasa, kenaikan tingkat inflasi pada Bulan April diperkirakan berkisar 0,2%-0,3%. Meningkatnya angka inflasi disebabkan karena faktor musiman dimana terjadi kenaikan harga beberapa komoditas barang. 

MEDAN-TRIBUN.com - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, tingkat inflasi di April berkisar 0,2%-0,3%. Menurut Josua, kenaikan tingkat inflasi disebabkan faktor musiman, akibat kenaikan harga beberapa komoditas barang menjelang bulan puasa.

"Ada juga yang karena curah hujan tinggi, membuat beberapa komoditas mahal, seperti bawang putih," ujar Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (12/4/2019).

Meski begitu, Josua pun memandang tingkat inflasi tahun ini masih stabil dengan permintaan yang juga stabil. Ini bisa dilihat dari inflasi inti serta inflasi harga diatur pemerintah atau administered price cenderung stabil.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan tingkat inflasi di April akan berkisar 0,1%. Menurut David, kenaikan inflasi ini disebabkan kenaikan bahan makanan dan makanan jadi sebagai persiapan puasa dan lebaran.

"Inflasi sampai bulan puasa memang trennya naik. Karena itu harus waspada. Sebelumnya terjadi deflasi di Februari, tetapi kecil. Jadi bisa naik terus," ujar David kepada Kontan.co.id, Jumat (12/4/2019).

Meski terjadi kenaikan harga, David pun mengatakan kenaikan harga tersebut masih diimbangi oleh panen raya yang terjadi di April hingga awal Mei.

David pun memperkirakan pengaruh harga tiket angkutan udara (pesawat) tidak akan menyumbang inflasi yang besar di April.

"Saya lihat tiket pesawat tidak akan naik lagi, jadi pengaruhnya tidak signifikan ke inflasi. Kalau harga tiket bisa diturunkan, ini bisa mendorong penurunan," tutur David.

Lebih lanjut David memperkirakan, tingkat inflasi sepanjang 2019 akan berkisar 3,4%. Sedangkan Josua memperkirakan tingkat inflasi akan berada di kisaran 3% sampai 3,5%.

"Risiko inflasi juga bisa datang dari harga BBM. Kalau harga konsisten stabil, maka inflasi bisa mengarah ke 3%," tutur Josua.

Sebagai informasi tembahan, Badan Pusat Statistik mencatat, tingkat inflasi sepanjang Maret lalu cuma 0,11%.

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id, dengan judul Laju inflasi makin kencang jelang bulan puasa

Editor: Ryan Nur Harahap
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved