Loper Koran yang Tewas Ditabrak Kelompok Curanmor Dianggap Malaikat oleh Keluarga

Sumiati (43) adik ipar mendiang Zulham Basalama (57), tak menyangka abang iparnya itu bakal meninggal dengan tragis ditabrak oleh mobil.

Loper Koran yang Tewas Ditabrak Kelompok Curanmor Dianggap Malaikat oleh Keluarga
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Warga membawa jenazah Zul sebelum dikebumikan di Perkuburan Jalan Sutomo, Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sumiati (43) adik ipar mendiang Zulham Basalama (57), tak menyangka abang iparnya itu bakal meninggal dengan tragis ditabrak oleh mobil.

Zul menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit, Sabtu (13/4/2019), tak lama setelah ditabrak mobil berisi komplotan pencuri sepeda motor yang sedang melarikan diri.

"Dia malaikat kami. Dia yang kasih uang jajan untuk anak. Dia kerja hanya untuk anak-anak ini. Perannya untuk keluarga sangat besar. Saya sama dia sangat dekat. Sudah seperti abang sendiri. Dia nggak pernah marah," kata Sumiati dengan nada suara sedih, Sabtu (13/4/2019)

"Kalau makan dia nggak pernah milih-milih. Karena masakan saya dia selalu suka. Apapun yang saya masak dia selalu suka," sambungnya.

Zul berfoto bersama mahasiswa FISIP USU beberapa waktu lalu.
Zul berfoto bersama mahasiswa FISIP USU beberapa waktu lalu. (Facebook/Yandri Sidauruk)

Sumiati berharap para pelaku yang menabrak abangnya hingga meninggal dunia dihukum seberat-beratnya.

"Saya marah sama pelaku. Syukurnya pelaku sudah dapat dan sampai dihakimi massa. Saya harap, kalau bisa pelaku dihukum setimpal," jelas Sumiati.

Zulham Basalama (57) seorang Loper koran yang telah puluhan tahun menjajakkan koran di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), tewas, Sabtu (13/4/2019) siang sekitar pukul 11.30 WIB. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved