Ada 74 Jenis Narkotika di Indonesia, Masih 64 yang Masuk Undang-undang

Sumut sendiri menduduki peringkat ke dua di Indonesia setelah Jakarta dengan jumlah pengguna narkotika sekitar 250 ribu orang.

Ada 74 Jenis Narkotika di Indonesia, Masih 64 yang Masuk Undang-undang
TRIBUN MEDAN /M FADLI TARADIFA
Kepala BNNP Sumut Brigjend Atrial menjelaskan tentang peredaran narkoba saat ngobrol santai bersama Wartawan Polrestabes Medan, Senin (15/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Diketahui ada 74 jenis narkotika yang beredar di Indonesia, namun hanya 64 yang masuk ke dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala BNNP Sumut Brigjend Atrial, data yang dikeluarkan United Nation Office on Drugs and Crime (UNDOC/badan PBB untuk urusan kejahatan dan narkotika) menuturkan setidaknya ada 808 narkotika jenis baru di dunia.

"Nah, yang masuk ke Indonesia tercatat sekitar 74 jenis. Dari 74 jenis narkotika jenis baru yang masuk ke Indonesia ini, baru 64 yang tercover ke dalam Undang-Undang," ujarnya saat Ngobrol Santai (Ngobras) dengan wartawan Unit Polrestabes Medan di Media Center Polrestabes Medan, Senin (15/4/2019).

"Catatan kami, untuk jumlah pengguna narkotika di Indonesia sekitar 3,3 juta orang. Dan Sumut sendiri menduduki peringkat ke dua di Indonesia setelah Jakarta dengan jumlah pengguna narkotika sekitar 250 ribu orang," ungkapnya.

Baca: Diburu Polres Langkat, Residivis Narkoba Ditemukan Tewas usai Melompat ke Sungai

Baca: Bandar Sabu Besar Siantar Edi Sarwo Ditangkap, Sempat Coba Buang Barang Bukti

Baca: Foto-Foto BNN Berhasil Mengungkap Peredaran Narkoba Total Seberat 74 Kilogram Jaringan Internasional

Dari data tersebut, sambung Atrial, harus ada langkah untuk menekan angka permintaan narkotika, salah satu caranya dengan upaya rehabilitasi terhadap para pengguna.

Selain itu, BNNP mengaku bahwa pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dengan melakuan sosialisasi ke masyarakat. Namun yang terpenting, kata Atrial, pencegahan narkoba harus dimulai dari keluarga.

Masyarakat harus mampu menciptakan ketahanan keluarga terbadap narkoba.

"Untuk mencegah narkoba harus dimulai dari keluarga, setiap anggota harus memiliki ketahanan terhadap narkoba. Dalam waktu dekat kita juga akan meresmikan desa bersih narkoba (Bersinar) di wilayah Sergai,"ungkapnya.

Masyarakat dan media juga punya peran yang tak kalah penting dalam upaya pemberantasan narkoba.

"Peran media sangat penting sekali untuk memberantas narkoba. Dalam beberapa kasus, kami juga menerima informasi dari awak media yang kemudian kami tindaklanjuti. Ini juga membuktikan bahwa semua harus berperan untuk memberantas narkoba," katanya. (mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved