Berhasil Kembangkan Nindy Craft, Hayati Indah Beri Tips untuk Usaha Suvenir dari Kain Ulos

Indah mengatakan, yang bedakan produknya dengan produk suvenir lain yang beredar di pasaran adalah harga barang-barangnya dijual dengan harga grosir.

Berhasil Kembangkan Nindy Craft, Hayati Indah Beri Tips untuk Usaha Suvenir dari Kain Ulos
HO
Hayati Indah menunjukkan produk miliknya yang dijual di @nindycraftmedan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Tak jarang hasil handmade lebih mahal dan diminati. Terlebih jika produk kerajinan tangan ini dibuat dari bahan yang autentik seperti kain ulos.

Peluang inilah yang dilirik oleh Hayati Indah. Dia membangun Nindy Craft sejak 2015 dengan menggunakan nama anaknya.

Di tangannya, kain tenun ulos, kain katun, kanvas, dan kulit diubah menjadi beragam suvenir eceran dan grosir.

Barang yang dijual berupa pouch, dompet kotak pensil hingga tas. Harga produknya beragam, mulai Rp 4 ribu untuk dompet koin hingga Rp 90 ribu untuk tas berbahan dasar kain tenun ulos.

"Semua produk yang saya jual merupakan handmade. Awalnya saya hanya coba-coba saja untuk mencari kegiatan. Saya coba posting ke media sosial ternyata banyak peminat. Jadinya saya teruskan dan berkembang hingga saat ini," katanya, Senin (15/4/2019).

Baca: 100 Kain Tenun Nusantara Dipertontontakn dalam Pameran Ulos dan Tenun Nusantara

Baca: Tenunan Motif Deliserdang Tampil di Indonesia Fashion Week 2019 di Jakarta

Baca: Warga Semarakkan Karnaval Danau Toba Pakai Ulos

Dari dulu hingga saat ini produk yang paling laris ia jual adalah pouch. Poach yang jual dibuat dengan beragam ukuran, ada yang paling kecil yakni 10cm x10 cm, 13cm x8 cm, dan banyak lagi.

Menurutnya tak ada jumlah pasti produk yang terjual setiap bulannya. Jika tengah tengah ramai, ia bisa menjual seribu produk dalam satu bulan.

"Modal awal saya membangun bisnis ini sekitar Rp 1 juta. Itu untuk bahan saja. Saya menggunakan kain tenun ulos, kain katun, kanvas, dan kulit," ujarnya.

Indah mengatakan, yang membedakan produknya dengan produk suvenir lain yang beredar di pasaran adalah harga barang-barangnya dijual dengan harga grosir.

"Lagi pula usaha suvenir dari kain tenun ulos kan belum banyak, enggak kaya katun dan kanvas jadi orang lebih tertarik," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved