Ini Respons Kadis Kesehatan Deliserdang soal Pegawai Puskesmas yang Bongkar 'Borok' ke DPRD

Ia berpendapat Farida bisa melakukan perlawanan akibat sakit hati karena tidak lagi dijadikan sebagai bendahara

Ini Respons Kadis Kesehatan Deliserdang soal Pegawai Puskesmas yang Bongkar 'Borok' ke DPRD
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Farida Astuti Hariani (kanan), Pegawai Puskesmas datang ke kantor DPRD Deliserdang mengadukan nasibnya kepada Benhur Silitonga, Senin (15/4/2019). Ia juga turut menunjukkan berbagai dokumen. 

TRIBUN-MEDAN.com- Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista membantah ada tindakan semena-mena yang dilakukan terhadap Farida mantan bendahara di Puskesmas Bandar Baru Sibolangit.

Ketika dikonfirmasi dr Ade malah menyebut Farida jarang masuk kantor.

Ditegaskannya pemindahan Farida ke Puskesmas Kenangan Percut Seituan lantaran dianggap lokasi itu memang dekat dengan rumahnya.

Ia berpendapat Farida bisa melakukan perlawanan akibat sakit hati karena tidak lagi dijadikan sebagai bendahara.

"Dia jarang masuk kantor karena memang rumah dia di kawasan Menteng Medan. Sebenarnya yang dipindahkan bukan dia saja tapi ada kalau tidak salah sekitar 13 orang. Sayakan sebagai pembina pegawai jadi berhak mendistribusikan pegawai. Jadi yang jarang-jarang masuk ini dari pada buat cemburu yang lain jadi kita pindahkan saja dan tempatkan yang paling dekat dengan rumahnya jadi tidak bisa lagi ada alasan tidak ngantor," kata dr Ade.

Baca: Pegawai Puskesmas Ini Bongkar Borok Atasan kepada Anggota DPRD Deliserdang

Ia berpendapat harusnya pegawai malah untung ditempatkan dari kediaman. Ia menduga Farida bisa keberatan lantaran kemungkinan tidak bisa lagi ada alasan jika tidak masuk kantor karena sudah dekat dengan rumah.

Berdasarkan informasi yang ia dapat saking jarangnya ngantor Farida bisa hanya satu kali masuk dalam seminggu. Mengenai kutipan Rp 250 ribu untuk biaya akreditasi dr Ade membantah ada kutipan karena kebijakan itu dibuat kadang atas kesepakatan para pegawai untuk pembelian seperti baju seragam bersama ataupun makanan.

"Yang dijadikan bendahara yang memang bisa membantu Kapuslah. Kalau untuk penyelewengan anggaran itu mana lah bisa. Enggak bisa itu karena sistemnya sekarang sudah dikirim ke rekening. Intinya kita jugakan mentelaah ketika mau memindahkan orang. Ini dia yang jarang masuk ngomongin orang lain yang jarang masuk. Karena rumahnya di Medan ya memang mungkin enggak bisa dia datang tiap hari makanyalah itu kita pindahkan dia,"katanya.

Sebelumnya diberitakan Farida Astuti Hariani, Pegawai Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Deliserdang datang ke kantor DPRD Deliserdang dan mengadukan nasibnya Senin, (15/4/2019).

Ia mengadu karena merasa diperlakukan tidak adil sebab saat ini dirinya sudah dimutasikan ke Puskesmas Percut Seituan. Meski rumahnya berada di Jln HM Joni Medan dan lebih dekat dengan tempat tugasnya yang baru namun tetap saja merasa kebijakan itu dianggapnya tidak adil baginya.

Saat itu aspirasi Farida ditampung langsung oleh Sekretaris Komisi A, Benhur Silitonga. Awalnya Benhur sedang duduk santai dan bercengkrama dengan wartawan dan tidak lama kemudian Farida pun meminta waktu Benhur. Banyak persoalan yang saat itu diungkapkan oleh Farida dan dibeberkannya juga kepada wartawan sambil menangis. Ia menduga dan berpendapat dirinya bisa dipindahkan lantaran selalu bertentangan dengan Kepala Puskesmasnya, drg Sri Astuti Hariani.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved